Pusing Tugas Menumpuk Langsung Cari Kopi? Ternyata Ini Alasan Ilmiah dan Psikologis di Baliknya

radar bromo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:09 WIB
seseorang menikmati secangkir kopi saat sedang berpikir (Pinterest)
seseorang menikmati secangkir kopi saat sedang berpikir (Pinterest)

Radar Bromo - Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman untuk mengawali pagi. Secangkir kopi juga kerap menjadi teman ketika pekerjaan menumpuk, tugas kuliah belum selesai, atau pikiran sedang penuh. Tidak sedikit orang yang justru mencari kopi saat sedang banyak masalah. Entah diminum sambil bekerja, nongkrong bersama teman, atau sekadar duduk sendirian, kopi seolah menjadi bagian dari momen ketika seseorang membutuhkan waktu untuk berpikir.

Fenomena ini cukup dekat dengan kehidupan anak muda. Setelah menjalani aktivitas seharian, pergi ke kedai kopi atau membuat kopi sendiri di rumah bisa menjadi rutinitas sederhana untuk memberikan jeda. Aroma kopi, rasanya yang khas, hingga suasana tempat minum kopi terkadang membuat seseorang merasa lebih nyaman.

Lantas, mengapa keinginan untuk minum kopi bisa muncul ketika pikiran sedang banyak?

Salah satu alasannya berkaitan dengan kafein, zat yang secara alami terdapat dalam kopi. Kafein bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat sehingga seseorang dapat merasa lebih waspada dan tidak mudah mengantuk. Ketika tubuh sedang lelah setelah menjalani banyak aktivitas, kopi bisa memberikan sensasi lebih segar dan membantu seseorang tetap berkonsentrasi.

Namun, keinginan minum kopi saat banyak pikiran tidak selalu hanya berkaitan dengan kafein. Ada pula faktor kebiasaan dan suasana yang terbentuk dari rutinitas sehari-hari. Jika seseorang terbiasa minum kopi ketika bekerja, belajar, atau menyelesaikan tugas, otak dapat menghubungkan aktivitas tersebut dengan kopi. Akibatnya, ketika menghadapi pekerjaan atau situasi yang membutuhkan konsentrasi, muncul keinginan untuk kembali melakukan kebiasaan yang sama.

Selain itu, minum kopi juga sering menjadi bagian dari aktivitas sosial. Kedai kopi menjadi tempat bertemu teman, mengobrol, mengerjakan tugas, hingga mencari suasana baru. Ketika sedang menghadapi banyak pikiran, bertemu orang lain dan berbagi cerita bisa membuat seseorang merasa tidak sendirian. Dalam situasi seperti ini, kopi terkadang hanya menjadi pelengkap dari kegiatan yang sebenarnya memberikan rasa nyaman.

Ada pula alasan sederhana: kopi memberikan seseorang kesempatan untuk berhenti sejenak.

Di tengah rutinitas yang padat, membuat atau membeli secangkir kopi dapat menjadi semacam ritual kecil. Seseorang mungkin berhenti dari pekerjaan selama beberapa menit, menikmati aroma kopi, kemudian kembali melanjutkan aktivitas. Jeda singkat tersebut bisa membuat kegiatan terasa lebih teratur dan memberikan kesempatan untuk mengatur kembali pikiran.

Meski begitu, kopi bukanlah solusi untuk semua masalah. Mengandalkan kopi terlalu sering ketika sedang stres atau kelelahan justru dapat menimbulkan masalah apabila dikonsumsi secara berlebihan. Kafein pada sebagian orang dapat menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, atau membuat tubuh terasa tidak nyaman.

Karena itu, menikmati kopi sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Ketika pikiran sedang penuh, ada banyak cara lain yang bisa dilakukan selain menyeruput kopi. Berjalan sebentar, mendengarkan musik, berbicara dengan orang yang dipercaya, tidur cukup, atau sekadar menjauh sejenak dari layar juga dapat menjadi pilihan.

Pada akhirnya, mungkin bukan kopinya yang benar-benar kita cari ketika sedang banyak pikiran. Bisa jadi, kita sedang mencari momen untuk berhenti sejenak.

Secangkir kopi hanya menjadi bagian dari ritual tersebut. Ada orang yang menikmati kopi sambil bekerja, ada yang memilih menikmatinya bersama teman, dan ada pula yang lebih suka duduk sendirian sambil melihat suasana sekitar. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menghadapi hari yang melelahkan.

Jadi, kalau suatu hari kamu merasa ingin membeli kopi setelah menjalani hari yang panjang, mungkin tubuhmu sedang meminta sedikit jeda. Nikmati secukupnya, tarik napas, dan beri kesempatan pada diri sendiri untuk beristirahat sebelum kembali menghadapi berbagai kesibukan.

Penulis: Tim Magang Universitas Yudharta - ISTIQNA SALSABILA

Editor : Moch Vikry Romadhoni
kebiasaan Gen Z kesehatan gaya hidup kopi