Radar Bromo - Wakil Menteri Perminyakan Iran, Ahmad Zeraatkar, mengungkapkan bahwa pihak Teheran kini telah berhasil memulihkan sekitar 40 persen kapasitas produksi yang sebelumnya mengalami kerusakan berat di kawasan ladang minyak dan gas South Pars.
“Kami dapat mengatakan bahwa kami berhasil memulihkan sekitar 40 persen kapasitas yang rusak,” kata Zeraatkar dalam wawancara bersama kantor berita Fars, yang dilansir dari Antara pada Jumat (28/8).
Fasilitas vital di ladang migas South Pars sendiri sempat dilaporkan menjadi sasaran gempuran militer oleh Amerika Serikat beserta Israel di tengah eskalasi konflik terbuka yang meletus pada bulan Maret lalu.
Memasuki bulan Mei, otoritas resmi Iran menyatakan bahwa cetak biru perencanaan guna memulihkan sekaligus memodernisasi infrastruktur yang luluh lantak telah rampung disusun, dengan target eksekusi tuntas selambat-lambatnya dalam kurun waktu dua tahun.
Sekitar 50 persen dari total keseluruhan tahapan pemulihan fasilitas South Pars bahkan diproyeksikan bakal rampung pada musim dingin 2027 mendatang.
Baca Juga: Iran Tak Gentar Sanksi Terbesar AS Sepanjang Sejarah, Teheran Klaim Sudah Siapkan Rencana Dua Tahun
Lebih lanjut, Zeraatkar mengimbuhkan bahwa infrastruktur penunjang tersebut menderita tingkat kerusakan yang amat serius, sehingga upaya restorasi kapasitas produksi secara total diperkirakan membutuhkan durasi waktu sekurang-kurangnya dua tahun.
Sebelumnya, Kepala *Pars Oil and Gas Company*, Touraj Dehghani, sempat menyampaikan keterangan pada pekan lalu bahwa progres pemulihan kapasitas produksi di kompleks kilang South Pars bahkan telah menyentuh angka 70 persen.
Sebagai kilas balik, ketegangan militer mulai memuncak pada 28 Februari tatkala Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan udara menargetkan sejumlah titik strategis di wilayah Iran, yang kemudian dibalas secara terukur oleh pihak Teheran melalui serangan balasan.
Kendati sempat tercapai kesepakatan penandatanganan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington pada pertengahan Juni guna meredakan permusuhan, tak berselang lama situasi kembali memanas setelah kedua belah pihak dilaporkan kembali saling melancarkan aksi serangan.
Baca Juga: BGN Kembalikan Uang Negara Rp 311 Miliar dari Temuan 414 Dapur SPPG Fiktif dan 6 Juta Data Ganda MBG
Editor : Moch Vikry Romadhoni