BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG, Ada Taruna Nusantara hingga JIS

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:32 WIB
Pembukaan Pendidikan dan Pelantikan Siswa di pelataran SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang, Jawa Tengah. (Istimewa).
Pembukaan Pendidikan dan Pelantikan Siswa di pelataran SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang, Jawa Tengah. (Istimewa).
Radar Bromo - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memastikan bahwa pihaknya telah mencoret dan mengeluarkan sekitar 80 lembaga pendidikan dari daftar penerima alokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan, lembaga-lembaga pendidikan yang dipastikan tidak akan menerima fasilitas MBG tersebut mencakup sejumlah kategori sekolah swasta elite, sekolah bagi kalangan mampu, serta institusi pendidikan berbasis asrama.
“Kita sudah sisir. Beberapa sekolah swasta yang memang swasta elite, saya kira tidak membutuhkan MBG. Nah itu juga beberapa sudah ada berapa ya, 80-an sekolah gitu se-Indonesia, yang kemudian sekolah swasta khususnya,” ujar Sudaryono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/8).
Sebagai bentuk konkrit kebijakan tersebut, Sudaryono memberikan contoh sejumlah institusi pendidikan ternama yang tidak bakal mendapatkan jatah program MBG dikarenakan fasilitas internal sekolah yang sudah mapan serta kepemilikan program penunjang nutrisi mandiri.
“Misalnya masukkan saja sekolah misalnya JIS, atau Cikal, atau Taruna Nusantara, atau Kemala Bhayangkari misalnya. Nanti di dalam Radar MBG ada keterangan tidak mendapatkan alokasi MBG,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa jajaran pemerintah akan terus berkomitmen melakukan perbaikan dan penataan menyeluruh terhadap tata laksana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, program prioritas tersebut diklaim telah sukses menjangkau lebih dari 62 juta jiwa penerima manfaat.
Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Pastikan Anggaran Rp 229 Triliun Cukup untuk Operasikan 2.700 SPPG Baru
Menurut pandangan Prabowo, MBG merupakan program nasional dengan cakupan yang sangat masif, sehingga dalam proses implementasinya di lapangan masih tidak luput dari pelbagai tantangan teknis. Kendati demikian, pemerintah berjanji untuk terus menggenjot evaluasi guna menambal setiap kekurangan yang ada demi hasil yang kian optimal.
“MBG adalah program yang besar. Tantangannya banyak. Kekurangannya masih banyak. Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut,” ujar Prabowo.
Kepala Negara turut menggarisbawahi bahwa fokus pembenahan tidak semata-mata berpusat pada aspek teknis operasional belaka. Hal yang jauh lebih esensial adalah memastikan jaminan agar faedah dari program MBG ini benar-benar terserap secara tepat sasaran kepada pihak-pihak yang paling membutuhkan.
Adapun kelompok sasaran prioritas yang terus dikawal ketat oleh pemerintah meliputi anak-anak usia sekolah, para ibu hamil, hingga warga lanjut usia (lansia). Pemerintah memegang komitmen kuat agar seluruh elemen kelompok tersebut dapat merasakan kebaikan program secara merata.
“Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita. Dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia. Itu tekad kita,” tegasnya.
Baca Juga: Imbas Kerusuhan Demo DPR, Pos Polisi Slipi Kembali Dirusak Massa untuk Kedua Kalinya
Editor : Moch Vikry Romadhoni
Badan Gizi Nasional Sudaryono Sekolah Swasta Elite prabowo subianto Makan Bergizi Gratis