Fasilitas umum berupa Pos Polisi Slipi kembali menjadi sasaran pengrusakan oleh massa, sementara lima unit truk di kawasan Kemanggisan turut tak luput dari amukan.
Kabagops Satlantas Polres Metro Jakbar, AKP Sudarmo, memaparkan bahwa kerusakan yang dialami oleh Pos Polisi Slipi utamanya mencakup bagian fisik bangunan seperti kaca-kaca jendela serta unit pendingin ruangan (AC).
Selepas diserang oleh massa, pos polisi tersebut langsung ditutup menggunakan kain penutup guna dipersiapkan untuk proses perbaikan lanjutan.
”Yang dirusak sementara bangunan saja. Kebetulan ini pos tetap, tapi untuk sarana di dalam ada AC, ada kaca dan lain sebagainya. Terserah itu saja yang dirusak,” terang dia kepada awak media.
Berdasarkan catatan pihak kepolisian, insiden serupa pernah menimpa pos pengamanan tersebut pada peristiwa kerusuhan di bulan Agustus tahun sebelumnya.
Dengan adanya aksi perusakan terbaru ini, tercatat Pos Polisi Slipi sudah mengalami dua kali kerusakan parah akibat amukan massa aksi yang bergerak dari arah gedung DPR.
Sudarmo menjelaskan bahwa letak strategis pos tersebut kerap menjadikannya sasaran empuk karena massa pengunjuk rasa yang berhasil dibubarkan serta dipukul mundur dari seputar gedung DPR biasanya memang diarahkan melintas menuju kawasan Slipi dan Pejompongan.
Akibatnya, pos polisi yang berdiri di jalur pelintasan tersebut kerap terkena imbas kemarahan massa.
”Untuk yang perlu diwaspadai ya wilayah Jakarta Barat, khususnya Slip, ini kan imbas dari pendorongan massa yang dari gedung di DPR-MPR. Titik yang perlu diwaspadai cuma Slipi saja,” imbuhnya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Periksa 10 Terduga Pendana Massa Anarko Jelang Demo DPR, Amankan Puluhan SenjataKendati demikian, ia melaporkan bahwa kondisi arus lalu lintas pada jalur lintasan dari arah Slipi menuju Tomang terpantau relatif aman dan terkendali.
Arus kendaraan bermotor sejak pagi hingga siang hari ini pun sudah kembali berjalan normal. Berkenaan dengan insiden pengerusakan di wilayah Kemanggisan, ia mengonfirmasi adanya lima unit truk yang turut menjadi sasaran amuk massa, namun ia memastikan tidak ada kendaraan yang sampai dibakar.
”Di Kemanggisan kalau truk yang dibakar nggak ada. Memang ada pengrusakan, cuma nggak ada pembakaran, nggak ada,” ujarnya.
Kelima unit truk yang menjadi korban pengrusakan tersebut langsung dievakuasi oleh petugas sejak pukul 05.30 WIB pagi tadi.
Proses evakuasi di lapangan berlangsung secara intensif hingga pukul 07.30 WIB. Berdasarkan pantauan langsung di sekitar kawasan Pejompongan, sejumlah aparat keamanan tampak masih bersiaga melakukan penjagaan ketat, baik di atas Flyover Slipi maupun di area kolong flyover tersebut.