AS Pilih Fokus Gunakan Sanksi Ekonomi Dibanding Militer, Donald Trump Disebut Ingin Konflik Usai

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi perang AS-Iran. (SpecialEurasia)
Ilustrasi perang AS-Iran. (SpecialEurasia)
Radar Bromo - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengabarkan kepada pihak negara-negara sekutu bahwa pemerintahan AS saat ini sama sekali tidak memiliki agenda untuk menggelar operasi serangan militer anyar yang menyasar Iran.
Berdasarkan publikasi laporan dari portal berita Axios yang bersumber dari keterangan seorang pejabat resmi AS, Rubio menegaskan bahwa ke depan pihak Gedung White House bakal lebih mengoptimalkan instrumen tekanan alternatif guna menghadapi Pemerintah Iran, salah satunya melalui penjatuhan sanksi.
Merujuk pada pemberitaan Antara pada hari Rabu (26/8), hasil analisis Axios menilai bahwa pergeseran haluan taktik ini mengindikasikan Presiden AS Donald Trump telah merasa letih dengan opsi konfrontasi militer menghadapi Iran serta menghendaki penyelesaian segera atas konflik yang terjadi.
Baca Juga: Iran Tak Gentar Sanksi Terbesar AS Sepanjang Sejarah, Teheran Klaim Sudah Siapkan Rencana Dua Tahun
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Senin (24/8) secara resmi menetapkan paket sanksi ekonomi terbaru yang secara khusus membidik lima sektor vital perekonomian Iran, yang meliputi sektor penerbangan, pelayaran, teknologi, perdagangan emas, hingga aset digital.
Di samping itu, Washington turut memberlakukan pembatasan sanksi terhadap lebih dari 60 entitas korporasi, subjek individu, serta armada kapal yang terafiliasi dengan negara Iran.
Editor : Moch Vikry Romadhoni
donald trump konflik as iran Marco Rubio Amerika Serikat Iran Sanksi Ekonomi Iran