Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Dihadapkan pada 3.704 Hotspot Karhutla

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi karhutla di Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8). (YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi karhutla di Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8). (YouTube Setpres)

Radar Bromo - Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8), untuk melihat langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan.

Setibanya di lokasi, Prabowo langsung meminta laporan mengenai kondisi terkini karhutla. Kepala negara mendapat informasi bahwa jumlah hotspot yang terdeteksi dalam 24 jam terakhir mencapai 3.704 titik.

”Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata, dan sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi (karhutla),” pinta Prabowo sebagaimana disiarkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo kemudian memberikan laporan kepada Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Asrianus menjelaskan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto tidak berada di Kalimantan karena masih menjalankan penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 3.704 hotspot terdeteksi selama 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, 198 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 3.100 titik tingkat kepercayaan menengah, dan 406 titik tingkat kepercayaan rendah.

”Terdeteksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat,” terang dia.

Sementara itu, hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah menunjukkan telah muncul kepulan asap. Adapun tingkat kepercayaan rendah berarti satelit mendeteksi adanya titik panas.

Asrianus menyebut sebagian besar hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

”Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, kemudian Kubu Raya, dan Kabupaten Kayam Utara di wilayah sektor selatan,” jelas Asrianus.

Selain wilayah tersebut, hotspot juga terpantau di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas yang berada di wilayah timur Kalimantan Barat.

Untuk menangani kondisi tersebut, BNPB bersama instansi terkait telah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi hujan yang diperkirakan terjadi di wilayah timur Kalimantan Barat pada 21-27 Agustus.

”Kami sudah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada tgl 11-18 Agustus lalu kemudian istirahat karena tidak ada potensi awan. Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan (kembali) akan terjadi,” bebernya.

Penanganan karhutla menjadi perhatian pemerintah karena dampaknya tidak hanya terlihat dari tingginya jumlah hotspot. Asap akibat kebakaran juga telah mengganggu aktivitas masyarakat.

Bahkan, kabut asap yang muncul dari karhutla dilaporkan telah melintas hingga ke negara tetangga.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
hotspot Kalimantan Barat karhutla prabowo subianto bnpb