Bukan Cuma Penghasilan, Ini 41 Variabel BPS untuk Menentukan Desil Kesejahteraan

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Pembelian BBM Pertalite diwacanakan hanya untuk orang dengan desil tertentu. (Dok/Pertamina)
Pembelian BBM Pertalite diwacanakan hanya untuk orang dengan desil tertentu. (Dok/Pertamina)

Radar Pasuruan - Penentuan desil kesejahteraan keluarga ternyata tidak hanya didasarkan pada besaran pendapatan atau pengeluaran rumah tangga. Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan 41 variabel untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih menyeluruh.

Berdasarkan data yang diterima JawaPos.com, puluhan variabel tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan keluarga. Mulai dari identitas, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, hingga karakteristik masing-masing anggota keluarga.

Berikut 41 variabel yang digunakan BPS dalam menentukan desil kesejahteraan:

Identitas Keluarga

  1. Nama, NIK, dan nomor KK kepala keluarga.

  2. Jumlah anggota keluarga sesuai KK dan hasil pendataan.

  3. Alamat.

  4. Kesesuaian alamat dengan alamat pada KK.

  5. Geotagging.

Kondisi Perumahan

  1. Jumlah dan nomor KK keluarga dalam satu rumah atau tempat tinggal.

  2. Jenis bangunan tempat tinggal.

  3. Status kepemilikan bangunan dan bukti kepemilikan tanah.

  4. Perkiraan nilai sewa atau kontrak.

  5. Luas lantai.

  6. Jenis dan kondisi lantai terluas.

  7. Jenis dan kondisi dinding terluas.

  8. Jenis dan kondisi atap terluas.

  9. Kepemilikan fasilitas BAB.

  10. Jenis kloset.

  11. Tempat pembuangan akhir tinja.

  12. Sumber air minum utama.

  13. Sumber penerangan utama.

  14. Jumlah meteran, daya terpasang, dan ID pelanggan PLN.

  15. Pengeluaran listrik per bulan.

  16. Pengeluaran pulsa dan internet per bulan.

  17. Rata-rata pengeluaran keluarga.

  18. Foto rumah atau tempat tinggal.

Kepemilikan Aset

  1. Kepemilikan aset bergerak, seperti tabung gas 3 kg dan 5,5 kg, lemari es atau kulkas, AC, emas, komputer/laptop/tablet, sepeda motor beserta nilainya, serta mobil dan nilai asetnya.

  2. Kepemilikan aset tidak bergerak, seperti lahan dan nilai asetnya serta rumah dan nilai asetnya.

Data Anggota Keluarga

  1. Nomor urut dan nama anggota keluarga.

  2. NIK anggota keluarga.

  3. Keberadaan anggota keluarga.

  4. Domisili individu.

  5. Jenis kelamin.

  6. Tanggal lahir.

  7. Status perkawinan.

  8. Hubungan dengan kepala keluarga.

  9. Partisipasi sekolah.

  10. Ijazah atau STTB tertinggi yang dimiliki.

  11. Pendapatan rutin atau tidak rutin dalam sebulan.

  12. Profesi pekerjaan utama.

  13. Status kedudukan dalam pekerjaan utama.

  14. Penyandang disabilitas.

  15. Penyakit kronis.

  16. Kepemilikan rekening aktif atau dompet digital.

Dengan demikian, gambaran kesejahteraan keluarga dibentuk dari berbagai indikator, bukan hanya berdasarkan berapa besar pendapatan yang diterima setiap bulan. Kondisi tempat tinggal, aset, pendidikan, pekerjaan, hingga karakteristik anggota keluarga turut masuk dalam variabel penilaian tersebut.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Desil Kesejahteraan Data Sosial Ekonomi bps DTSEN bansos