Kritis Usai Gempa Manggarai Timur, Nenek 77 Tahun Dievakuasi Pakai Helikopter SAR

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi NTT menggunakan helikopter. (Basarnas)
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi NTT menggunakan helikopter. (Basarnas)

Radar Bromo - Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi medis terhadap seorang warga terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8). Korban harus segera mendapatkan penanganan medis karena kondisinya kritis.

Evakuasi dilakukan menggunakan Helikopter Dauphin milik Basarnas. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 11.15 WITA.

Korban yang dievakuasi diketahui merupakan perempuan berusia 77 tahun bernama Adelina Ndimias. Berdasarkan keterangan Tim Medis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), korban diduga mengalami fraktur basis cranii atau patah tulang dasar tengkorak.

Helikopter Basarnas membawa korban menuju RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo. Perjalanan udara tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Selama proses evakuasi, korban juga didampingi oleh seorang anggota keluarganya.

”Korban dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas dengan waktu tempuh sekitar 30 menit menuju RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo. Dalam proses evakuasi, korban didampingi satu orang keluarga,” kata Yudhi Bramantyo.

Yudhi menegaskan bahwa Tim SAR Gabungan masih terus memberikan dukungan terhadap penanganan masyarakat yang terdampak gempa. Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui evakuasi medis bagi korban yang memerlukan perawatan lanjutan.

Selain melakukan evakuasi, petugas SAR juga masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan.

”Tim SAR Gabungan senantiasa terus melaksanakan evakuasi medis untuk membantu Tim Kemenkes, sembari melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya korban di area bangunan runtuh di Manggarai Timur serta kabupaten terdampak lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Di Tengah Bencana Gempa NTT, Para Menteri Gelar Upacara HUT RI di Ruteng

Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus lalu cukup besar. Hingga saat ini, sebanyak 70 orang dilaporkan meninggal dunia.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.182 orang mengalami luka-luka. Bencana tersebut juga membuat 40.040 warga harus mengungsi, sementara sebanyak 16.411 kepala keluarga tercatat terdampak.

BNPB juga menekankan pentingnya pendataan secara menyeluruh terhadap masyarakat yang terdampak. Data tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi kerusakan maupun kebutuhan warga.

”Pendataan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan sesuai dengan kondisi kerusakan rumahnya. Karena itu, sinergi seluruh unsur di daerah sangat penting agar proses ini berjalan cepat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Di tengah proses penanganan bencana, Tim SAR Gabungan bersama unsur terkait masih melanjutkan pencarian, penyisiran, serta evakuasi medis terhadap warga yang membutuhkan pertolongan di wilayah Manggarai Timur dan daerah lain yang terdampak gempa.

Baca Juga: Polri Balik Serang Praperadilan Febrie Adriansyah, Minta Hakim Tolak Seluruh Gugatan

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Gempa NTT Manggarai Timur Evakuasi Korban basarnas bnpb