Radar Pasuruan - Sebanyak 5.000 pengemudi ojek online (ojol) mendapat bantuan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan selama tiga tahun. Program tersebut digagas Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan para pengemudi ojol.
Bantuan tersebut diberikan di tengah kebijakan pemerintah mengenai potongan aplikator maksimal 8 persen. HDCI berharap perlindungan sosial bagi para pengemudi dapat membantu mereka bekerja dengan lebih tenang dan aman.
Program bantuan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HDCI dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut ditandai dengan perjalanan riding menuju Bali yang diikuti melalui tiga jalur berbeda.
Rute pertama merupakan jalur utara yang dimulai dari Jakarta menuju Solo dan berakhir di Bali. Jalur kedua melewati rute Bandung–Solo–Bali. Sementara jalur selatan mengambil rute Bandung–Gunung Kidul–Bali.
Seluruh peserta dari berbagai jalur tersebut kemudian bertemu di Evo Island at Melasti, Bali.
Ketua Umum HDCI Ahmad Sahroni mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasinya untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Program tersebut juga disebut sebagai dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan kesejahteraan ojol.
“Selama saya menjabat sebagai Ketum HDCI, saya pastikan HDCI hadir dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat luas. Karena itu, bersama BPJS Ketenagakerjaan, HDCI menanggung penuh biaya perlindungan sosial untuk 5.000 driver ojol selama tiga tahun," kata Sahroni kepada wartawan, Sabtu (15/8).
Baca Juga: Ojol Resmi Jadi Pelaku Usaha Mikro, DPR Desak Pemerintah Buka Akses Pembiayaan
Sahroni yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menyebut penerima bantuan berasal dari sejumlah daerah. Di antaranya Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Jawa Barat, dan wilayah lainnya.
Menurutnya, bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan antaranggota komunitas bikers. Para pengemudi ojol yang menerima bantuan dinilai memiliki kesamaan sebagai sesama pengguna sepeda motor.
“Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Jogja, Semarang, Jawa Barat, dsb. Mereka juga bikers, jadi ini bentuk dukungan sesama bikers. Ini juga sebagai bentuk dukungan HDCI kepada kebijakan Presiden Prabowo yang peduli terhadap ojol,” imbuhnya.
Program tersebut juga diposisikan sebagai tindak lanjut atas kebijakan pemerintah mengenai batas potongan aplikator maksimal 8 persen. Dengan adanya perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, kesejahteraan pengemudi ojol diharapkan ikut meningkat.
Sahroni menegaskan, HDCI ingin keberadaan komunitas tidak hanya diukur dari besarnya organisasi, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Saya ingin HDCI terus tumbuh bukan hanya besar sebagai komunitas dan keluarga, tetapi juga besar manfaatnya. Semangatnya sederhana, merayakan kemerdekaan dengan kebersamaan dan berbagi. Mudah-mudahan program ini bisa membantu para driver ojol bekerja dengan lebih tenang dan terlindungi,” tandasnya.
Baca Juga: Sejumlah Tower Bandara Retak Imbas Gempa NTT, Layanan Navigasi Tetap Berjalan
Editor : Moch Vikry Romadhoni