Radar Pasuruan - Insiden keracunan makanan yang terjadi di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, membuat sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi trauma mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8) setelah ratusan siswa di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi menyantap hidangan MBG.
Sejumlah pelajar SMA Negeri 1 Berastagi mengaku bahkan belum sempat menyantap menu MBG ketika insiden terjadi. Meski begitu, kejadian tersebut membuat mereka khawatir untuk kembali mengonsumsi menu serupa.
“Nggak mau lagi (makan), nanti keracunan pulak. Mending kami bawa bontot sendiri dari rumah,” ujar sejumlah pelajar, dikutip Jumat (14/8).
Dampak kejadian tersebut masih dirasakan di lingkungan sekolah. Aktivitas belajar mengajar belum menjadi prioritas karena sekolah lebih fokus pada pemulihan kondisi siswa yang terdampak.
Hingga Jumat pagi, sebanyak 143 siswa SMA Negeri 1 Berastagi masih menjalani penanganan medis di empat rumah sakit. Mereka dirawat di RS Efarina, RS Amanda, RSU Kabanjahe, dan RS Mina Kabanjahe.
Kepala SMA Negeri 1 Berastagi Normawati Martiana Ginting mengatakan kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara setelah insiden keracunan. Para guru juga ditugaskan untuk mendampingi siswa yang masih menjalani perawatan.
Baca Juga: Guru Kini Bisa Langsung Adukan ke BGN jika Ada Keluhan dan Temuan MBG
“Seperti hari pertama setelah kejadian, saya telah menugaskan dan membagi para guru ke empat rumah sakit. Hari ini juga begitu, para guru saya tugaskan ke empat rumah sakit,” ujar Martiana.
Menurut Martiana, pemulihan kesehatan siswa menjadi perhatian utama pihak sekolah. Para guru secara bergantian memantau kondisi siswa di rumah sakit.
“Harapan kami semua anak-anak ini sehat kembali, sehingga mereka bisa kembali ke sekolah seperti biasa,” ucap Martiana.
Dengan masih adanya siswa yang menjalani perawatan, sekolah belum memprioritaskan kegiatan belajar mengajar kembali seperti biasa. Keselamatan dan kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama hingga seluruh korban dinyatakan pulih.
Sebelumnya, sebanyak 289 siswa di Berastagi dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis setelah menyantap hidangan MBG pada Kamis (13/8). Mereka berasal dari SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi.
Dari jumlah tersebut, 157 siswa mendapat perawatan di RS Amanda. Sebanyak 137 siswa menjalani rawat inap, sedangkan 20 lainnya menjalani rawat jalan.
Kemudian, 90 siswa dirawat di RS Efarina, 35 siswa di RSUD Kabanjahe, empat siswa di RS Mina, dan tiga siswa mendapat penanganan di Puskesmas Berastagi.
Jumlah korban tersebut masih merupakan data sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta pemeriksaan medis terhadap siswa yang terdampak.
Bagi pihak sekolah, pemulihan siswa menjadi prioritas sebelum kegiatan belajar mengajar kembali normal. Sementara bagi sebagian pelajar, insiden tersebut meninggalkan kekhawatiran terhadap keamanan menu MBG yang akan mereka konsumsi berikutnya.
Baca Juga: Prabowo Soroti Buku Pelajaran, Kemendikdasmen Siapkan Pembaruan hingga SMA
Editor : Moch Vikry Romadhoni