Tak Mau Sekolah Rusak Berlarut, Pemerintah Targetkan 100 Ribu Sekolah Diperbaiki Tahun Depan

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Radar Pasuruan - Pemerintah menargetkan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki paling lama dalam dua tahun. Percepatan dilakukan setelah pemerintah memperluas cakupan program rehabilitasi sekolah pada 2026 hingga mendekati 80 ribu sekolah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus mempercepat perbaikan sekolah rusak di berbagai daerah.

"Tahun depan kita berharap itu bisa sampai di 100 ribu, sehingga dalam dua tahun ke depan paling lama semua sekolah kita harus sudah diperbaiki. Itu dari sisi fisik sekolahnya ya," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Pada awalnya, pemerintah mengalokasikan program perbaikan sekitar 17 ribu sekolah pada 2026. Namun, setelah menerima laporan dan data mengenai kondisi sekolah di berbagai daerah, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar cakupan perbaikan diperluas.

Pemerintah kemudian menambah sekitar 60 ribu titik sekolah yang diperbaiki atau direnovasi pada tahun ini. Dengan tambahan tersebut, jumlah sekolah yang ditangani pada 2026 diperkirakan mendekati 80 ribu.

Menurut Prasetyo, penambahan cakupan perbaikan sekolah tersebut dimungkinkan melalui evaluasi penggunaan anggaran selama tahun berjalan.

Pemerintah melakukan penyisiran terhadap anggaran yang dinilai kurang produktif. Anggaran tersebut kemudian dapat direalokasikan untuk program yang dinilai memiliki dampak lebih besar.

Baca Juga: RUU Sisdiknas Baru Soroti Kesetaraan Sekolah Negeri-Swasta, Pesantren Juga Bakal Diperkuat

"Karena itulah kita bisa menambah yang tadinya hanya 17.000 kita punya kemampuan sekarang untuk menambah 60.000," ujarnya.

Prasetyo mengatakan penyesuaian anggaran tersebut menjadi salah satu cara pemerintah merespons kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Dengan pola tersebut, program yang sebelumnya telah ditetapkan tetap dapat diperluas apabila terdapat kebutuhan yang dinilai lebih mendesak.

"Ini juga akibat dari keberhasilan kita terus menerus melakukan penyisiran terhadap anggaran-anggaran yang memang dirasa kurang produktif untuk direalokasi ke program-program yang jauh lebih berdampak," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan target percepatan rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan.

Hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan perbaikan terhadap 67 ribu sekolah. Target tersebut kemudian dilanjutkan dengan cakupan yang lebih besar pada tahun berikutnya.

"Tahun 2027 saya instruksikan harus lebih dari 100 ribu sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," kata Prabowo pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).

Baca Juga: Istana Sebar Undangan HUT ke-81 RI, SBY Tak Hadir hingga Megawati-Jokowi Belum Konfirmasi

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Prasetyo Hadi renovasi sekolah prabowo subianto sekolah rusak pendidikan