MBG Tak Boleh Dibawa Pulang, BGN Ungkap Risiko yang Bisa Mengintai Siswa dan Orang Tua

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Murid bertugas membawa MBG Melintas di ruang kelas yang rusak di SD Negeri Sendangmulyo 03, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
Murid bertugas membawa MBG Melintas di ruang kelas yang rusak di SD Negeri Sendangmulyo 03, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Radar Pasuruan - Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan peserta didik agar mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan. Siswa juga diminta tidak membawa pulang makanan tersebut karena kualitasnya berpotensi berubah selama proses penyimpanan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, makanan MBG yang dibawa pulang sudah berada di luar pengawasan penyelenggara program. Kondisi penyimpanan setelah makanan dibawa dari sekolah juga tidak dapat dipastikan.

Menurut Sudaryono, makanan yang dibagikan dalam program MBG merupakan fresh meal sehingga tidak dirancang untuk disimpan dalam waktu lama. Karena itu, makanan perlu segera dikonsumsi setelah diterima peserta didik.

BGN bahkan telah meminta agar terdapat keterangan mengenai batas waktu konsumsi pada wadah MBG. Makanan tersebut maksimal dikonsumsi empat jam setelah matang.

“Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah,” ujarnya, Senin (10/8).

Sudaryono menjelaskan, kualitas makanan setelah dibawa pulang tidak dapat sepenuhnya dipastikan. Hal tersebut bergantung pada bagaimana makanan disimpan hingga akhirnya dikonsumsi.

Jika penyimpanan dilakukan dengan cara yang tidak tepat atau terlalu lama, makanan dapat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi orang yang mengonsumsinya.

Baca Juga: Mobil Pengangkut MBG Tabrak Truk di Banyuwangi, Kernet Tewas di Lokasi

“Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya, yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi,” jelasnya.

Sudaryono mengungkapkan, dalam sejumlah kasus keracunan yang ditemukan, terdapat orang tua siswa yang ikut mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang.

“Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan,” ungkapnya.

Karena itu, BGN meminta dukungan sekolah dan tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai cara mengonsumsi MBG sesuai ketentuan.

Edukasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan makanan sejak paket MBG diterima siswa hingga dikonsumsi. BGN berharap seluruh pihak ikut memastikan program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman bagi penerimanya.

“Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi,” tegas Mas Dar.

Baca Juga: Yaqut Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji Rp 4,8 Miliar:, Sebut Semua Hanya Asumsi

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Badan Gizi Nasional Sudaryono Mbg keracunan Makan Bergizi Gratis