Radar Pasuruan - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sebanyak 950 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga belum memenuhi standar higiene dan sanitasi.
Dapur yang terbukti tidak layak berpotensi ditutup secara permanen demi menjaga keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyisiran dan evaluasi terhadap ratusan dapur tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.
"Akan kami umumkan di kemudian hari berapa yang pasti kami tutup secara permanen karena tidak layak secara higiene dan sanitasi. Ini membahayakan keamanan kesehatan dan nyawa dari penerima manfaat kita," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (7/8).
Sudaryono menegaskan bahwa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) merupakan syarat wajib bagi setiap dapur MBG untuk tetap beroperasi.
Karena itu, BGN memberikan kesempatan terakhir hingga 10 Agustus 2026 bagi dapur yang sudah lama beroperasi tetapi belum melengkapi sertifikat tersebut.
"Maka kami berikan tenggat waktu sampai dengan tanggal 10 bagi dapur-dapur yang sudah beroperasi cukup lama tapi belum melengkapi SLHS," tegas dia.
Di sisi lain, Sudaryono mengakui proses penerbitan SLHS di sejumlah daerah masih menghadapi kendala. Kapasitas dinas kesehatan yang berbeda-beda membuat proses sertifikasi tidak berjalan seragam.
Baca Juga: Kontraktor SPPG Tagih BGN, Tunggakan Rp 800 Miliar Disebut Belum Dibayar
BGN juga menerima laporan dari sejumlah mitra yang mengaku mengalami hambatan dalam mengurus sertifikat, mulai dari proses yang dinilai lambat hingga saling lempar tanggung jawab antarinstansi.
"Ada yang merasa dipersulit, diperlambat, ada yang merasa dipimpong. Nah silakan ini menjadi bagian dari silakan mengadu kepada kami, berkirim surat kepada kami," ungkapnya.
Meski masih memberikan kesempatan bagi mitra untuk melengkapi persyaratan, BGN memastikan akan memeriksa penyebab keterlambatan penerbitan SLHS satu per satu sebelum mengambil keputusan.
Namun, Sudaryono menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada dapur yang terbukti tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi karena dinilai berisiko terhadap kesehatan penerima manfaat program MBG.
"Yang jelas yang tidak layak sanitasi dan higiene pasti kami tutup secara permanen," tandasnya.
Baca Juga: BGN Prioritaskan 1.700 Dapur MBG di Daerah Stunting Tinggi, Aktivasi Dimulai Pekan Depan
Editor : Moch Vikry Romadhoni