JAKARTA, Radar Bromo-Pemerintah telah meluncurkan logo resmi peringatan HUT ke-81 RI. Warga se Indonesia tak perlu bingung lagi untuk mendapatkan logo resmi peringatan HUT ke-81 RI tersebut.
Pemerintah melalui Istana Kepresidenan telah menyediakan berbagai aset identitas visual secara gratis.
Masyarakat dapat mengunduh logo tersebut melalui laman resmi logohutri.istanapresiden.go.id/81. Untuk memudahkan masyarakat mengakses dan menggunakan logo resmi ini
Situs ini menyediakan file logo dalam berbagai format. Mulai format vektor untuk kebutuhan desain profesional dan format PNG transparan yang lebih praktis digunakan untuk keperluan sehari-hari. Seperti media sosial atau dokumen digital.
Selain file logo, situs tersebut juga dilengkapi dengan pedoman penggunaan, template desain siap pakai.
Serta materi video yang dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah, lembaga swasta, maupun masyarakat umum dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
Seluruh aset ini telah tersedia untuk diunduh secara luas sejak awal Agustus 2026.
Guna menjaga konsistensi komunikasi publik dan memastikan penerapan identitas visual berjalan seragam di seluruh Indonesia, Kementerian Sekretariat Negara turut menerbitkan dokumen pedoman identitas visual yang cukup komprehensif, dengan total 206 halaman.
Dokumen ini memuat berbagai aturan teknis, mulai dari tata letak logo, palet warna resmi, jenis tipografi yang digunakan, elemen grafis pendukung, hingga panduan penerapan pada berbagai jenis media.
Baik itu media luar ruang seperti spanduk dan baliho, dokumen resmi kenegaraan, maupun media digital seperti media sosial dan situs web.
Pemilihan Jenis Huruf
Salah satu detail teknis yang cukup menarik dari pedoman ini adalah pemilihan jenis huruf atau tipografi yang digunakan pada logo HUT ke-81 RI, yaitu Saira Semi Condensed.
Pemilihan tipografi ini tentu melainkan melalui pertimbangan matang agar sesuai dengan karakter visual logo secara keseluruhan. Yakni tegas namun tetap modern dan mudah dibaca di berbagai media, baik cetak maupun digital.
Untuk mendukung konsistensi penerapan tipografi tersebut, pemerintah juga turut menyediakan berkas font resmi Saira Semi Condensed yang dapat diunduh melalui tautan yang sama dengan aset logo lainnya.
Langkah ini memastikan bahwa siapa pun yang ingin menggunakan logo dan identitas visual HUT ke-81 RI dapat melakukannya secara konsisten dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Karya Desainer asal Padang
Peringatan HUT ke-81 RI ini mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur sebagai semangat melanjutkan perjuangan kemerdekaan menuju masa depan gemilang.
Untuk logo resmi, merupakan karya desainer asal Padang, Fajar Novario. Ia terpilih lewat jajak pendapat publik dengan 44,73 persen suara.
Pemilihan ini menandai kali pertama pemerintah melibatkan masyarakat langsung dalam menentukan identitas visual peringatan kemerdekaan RI.
Desain visualnya terinspirasi motif tradisional Nusantara yang melambangkan kekayaan budaya sekaligus fondasi kedaulatan rakyat, menegaskan pentingnya persatuan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur bagi semua rakyat.
Tema besar yang diusung tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan representasi dari cita-cita luhur bangsa Indonesia yang telah diperjuangkan sejak proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Dari sisi estetika, logo HUT ke-81 RI menghadirkan kekayaan visual yang terinspirasi dari beragam motif tradisional Nusantara.
Elemen-elemen tersebut dipilih untuk merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia yang begitu luas dan beragam, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Penggunaan motif tradisional ini bukan tanpa alasan; ia menjadi simbol bahwa keberagaman budaya bangsa merupakan kekuatan utama yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu semangat kebangsaan yang sama.
Secara filosofis, keragaman motif yang diusung dalam logo ini disimpulkan sebagai fondasi dari kedaulatan rakyat itu sendiri.
Desain ini seolah ingin menyampaikan pesan bahwa persatuan di tengah perbedaan adalah kunci utama bagi Indonesia untuk terus melangkah menuju cita-cita besar bangsa.
Prinsip kedaulatan rakyat ini menempatkan masyarakat Indonesia yang majemuk sebagai fondasi utama dalam setiap langkah pembangunan bangsa ke depan. (mie)
Editor : Muhammad Fahmi