Delegasi Internasional Kagum dengan Banyuwangi, Nilai Keislaman Dinilai Nyata dalam Kehidupan

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat berbicara pada konferensi internasional International Course & Experiential Learning: Islamic Justice bertajuk "Access to Justice in Southeast Asia 2026" di Banyuwangi. (Istimewa).
Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat berbicara pada konferensi internasional International Course & Experiential Learning: Islamic Justice bertajuk "Access to Justice in Southeast Asia 2026" di Banyuwangi. (Istimewa).

Radar Pasuruan - Keramahan masyarakat Banyuwangi mencuri perhatian puluhan peserta konferensi internasional bertajuk International Course & Experiential Learning: Islamic Justice "Access to Justice in Southeast Asia 2026". Delegasi dari berbagai negara menilai pengalaman mereka selama berada di Banyuwangi menunjukkan penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang peserta asal Pakistan, Fehmida Kanwal, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti rangkaian kegiatan. Menurutnya, nilai-nilai Islam di Banyuwangi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Saya banyak belajar disini tentang bagaimana Islam diimplementasikan dalam berbagai aspek dengan baik,” ujarnya saat mengikuti salah satu sesi konferensi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Rabu (5/8/2026).

Hal serupa disampaikan Destiny Perez Orozco, peserta dari Amerika Serikat. Selama mengikuti kunjungan lapangan dan berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di Banyuwangi, ia mendapatkan perspektif baru mengenai implementasi nilai-nilai keislaman di tingkat masyarakat.

“Pengalaman ini memberi wawasan baru yang lebih luas bagi kami,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa nilai-nilai keislaman menjadi landasan utama dalam membangun tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Banyuwangi.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato kunci pada konferensi yang diselenggarakan oleh The Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Fakultas Hukum Universitas Jember bekerja sama dengan Universitas Islam Cordoba Banyuwangi.

Baca Juga: Dapat Dukungan Uni Emirat Arab, Banyuwangi Percepat Transformasi Pengelolaan Sampah

Ipuk menjelaskan, salah satu implementasi nilai keislaman diwujudkan melalui kepemimpinan yang inklusif dan pemberian akses pelayanan publik yang adil bagi seluruh masyarakat.

“Nilai-nilai maqasudus syariah menjadi fondasi dalam setiap kebijakan yang diambil Pemkab Banyuwangi. Sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang inklusif dan berkeadilan untuk memperoleh layanan publik," ujarnya.

Konferensi internasional tersebut diikuti ratusan peserta, termasuk 26 delegasi dari 12 negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, India, Prancis, Jepang, Vietnam, Australia, Malaysia, Korea Selatan, dan Kanada.

Sebelum mengikuti konferensi, para peserta juga menjalani kegiatan Experiential Learning dengan mengunjungi sejumlah daerah di sekitar Banyuwangi untuk melihat langsung praktik penerapan nilai-nilai keadilan dan kehidupan masyarakat.

Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Prof. Agus Trihartono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan Banyuwangi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya kajian Islam di tingkat internasional.

“Kami bercita-cita untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai laboratorium hidup untuk kajian berbagai bidang keilmuan. Khususnya, dalam keilmuan Islam Internasional,” pungkasnya.

Baca Juga: BGN Bentuk Forum Ahli Gizi, Program Makan Bergizi Gratis Siap Dievaluasi Total

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Ipuk Fiestiandani Konferensi Internasional universitas jember banyuwangi islam