Radar Pasuruan - Sebanyak 18 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terjaring inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik. Mereka kedapatan berada di sejumlah warung kopi saat jam kerja masih berlangsung.
Razia tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan disiplin aparatur sipil negara sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan banyaknya ASN yang meninggalkan kantor pada jam dinas.
Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan petugas menyasar sejumlah lokasi yang selama ini diduga kerap menjadi tempat berkumpul ASN ketika jam kerja.
"Kami menyisir sejumlah titik di kawasan perkotaan yang disinyalir sering menjadi tempat berkumpulnya pegawai saat jam dinas," beber Agustin Halomoan Sinaga.
Dalam sidak tersebut, petugas mendatangi beberapa warung kopi di kawasan Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, warung kopi di belakang Kantor BAZNAS, hingga area food court di belakang kompleks Pemkab Gresik.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 18 ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) berada di lokasi saat jam kerja.
Dari jumlah tersebut, pegawai Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) menjadi instansi dengan jumlah terbanyak, yakni lima orang.
Baca Juga: Usulan ASN Sesuai Domisili Didukung DPR, Tapi Ingatkan Jangan Langgar Aturan
Seluruh ASN yang terjaring langsung didata dan mendapatkan pembinaan dari Satpol PP.
"Langsung kami lakukan pendataan dan pembinaan secara langsung di Pemkab Gresik," jelas Agustin Halomoan Sinaga.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus memperkuat integritas aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Satpol PP Gresik memastikan sidak serupa akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan ASN sehingga pelayanan publik di lingkungan Pemkab Gresik berjalan lebih optimal.
"Razia berkala akan terus kami lakukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," tandas Sinaga.
Baca Juga: Polri Minta Publik Tak Percaya Isu Kerusuhan Agustus, Kondisi Dipastikan Kondusif
Editor : Moch Vikry Romadhoni