Radar Pasuruan - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengembangkan sistem pengawasan digital untuk memperkuat transparansi dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui sistem tersebut, seluruh tahapan pelaksanaan program dapat dipantau, mulai dari pengadaan bahan baku hingga makanan diterima oleh para penerima manfaat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem pengawasan itu terdiri dari tujuh modul yang dirancang untuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan service level agreement (SLA).
Selain itu, BGN juga sedang menyiapkan portal informasi yang dapat diakses oleh sekolah maupun orang tua untuk memantau pelaksanaan program MBG.
"Kasih kami waktu mungkin 1–2 minggu ini. Kami berusaha untuk menyiapkan satu portal di mana stakeholder MBG dalam hal ini yang paling berkepentingan kan adalah sekolah dan orang tua itu bisa ngecek anaknya sekolah, yang sekolah di sekolah mana," terang dia.
"Ibaratnya diberi makan oleh negara dengan menu yang apa, fotonya apa, kandungan gizinya apa, hari ini apa, besok apa, kemarin apa. Itu kami siapkan itu untuk sebagai transparansi, termasuk alamat makanan itu dimasak di SPPG alamatnya mana, Kepala SPPG-nya siapa," tambahnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Rabu (29/7).
Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar berharap keterbukaan informasi tersebut dapat meminimalkan kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang tidak benar mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Selain membangun sistem pengawasan, BGN juga berupaya memperkuat koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
"Persoalan ketiga adalah menyelesaikan persoalan kolaborasi, komunikasi, dan hubungan publik. Jadi kami, di sini kami memastikan bahwa Badan Gizi Nasional semua perangkatnya dari mulai saya sebagai kepala, waka, dan seluruh perangkat di bawah, di pusat maupun di daerah, membuka diri komunikasi dengan semua pihak," kata Mas Dar.
Baca Juga: Kepala BGN Sidak Dapur MBG, SPPG Berkinerja Buruk Terancam Ditutup Permanen
Langkah BGN tersebut mendapat dukungan dari mitra pelaksana. Ketua Yayasan Jabal Qur'an Indonesia Munifah Syanwani menyatakan pihaknya mendukung penuh upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program MBG.
Ia menjelaskan operasional SPPG Yayasan Jabal Qur'an di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, telah dijalankan sesuai regulasi, petunjuk teknis, dan standar operasional prosedur yang berlaku.
Munifah juga menegaskan seluruh proses registrasi dan penetapan lokasi SPPG dilakukan secara terbuka melalui portal resmi BGN sejak awal 2025.
"Seluruh alur pendaftaran dijalankan secara mandiri serta mengikuti kualifikasi teknis dan administratif yang dipersyaratkan tanpa celah eksklusivitas," kata dia.
Menurutnya, dapur SPPG yang dikelola yayasan juga telah memenuhi standar keamanan pangan, sanitasi, dan keselamatan kerja melalui berbagai sertifikasi yang berlaku.
Selain itu, pihak yayasan mengaku kooperatif dalam setiap proses evaluasi, klarifikasi, pemeriksaan oleh Kejaksaan, hingga audit yang dilakukan Inspektorat Jenderal dan Kementerian Keuangan.
"Kami sangat terbuka terhadap proses evaluasi dan pemeriksaan dari pihak Kejaksaan maupun lembaga audit berwenang lainnya sebagai bentuk pembuktian atas komitmen integritas serta transparansi yayasan kami,“ urainya.
Baca Juga: Prabowo Beberkan Visi Besar Transportasi Nasional, Truk hingga Motor Bakal Pakai Listrik
Editor : Moch Vikry Romadhoni