Arab Saudi Ancam Serangan Lanjutan, Tak Akan Diam Jika Diserang Lagi dari Irak

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:32 WIB
Ilustrasi bendera Arab Saudi. / sumber: globalvillagespace.com
Ilustrasi bendera Arab Saudi. / sumber: globalvillagespace.com

Radar Pasuruan - Arab Saudi menegaskan serangan yang dilakukan terhadap target kelompok yang didukung Iran di Irak merupakan langkah pembelaan diri. Kerajaan juga memperingatkan akan mengambil tindakan militer lanjutan apabila kembali terjadi serangan terhadap wilayah maupun aset strategisnya.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan operasi yang dilakukan bersama Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyasar sejumlah lokasi di Irak yang diduga terkait dengan serangan terhadap fasilitas minyak milik kerajaan.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan tindakan tersebut dilakukan berdasarkan hak membela diri yang dijamin hukum internasional sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Arab Saudi menuduh kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak mengambil langkah yang dinilai tidak bertanggung jawab dan terus meningkatkan eskalasi, meski kerajaan sebelumnya telah berupaya mendorong stabilitas dan meredakan ketegangan di kawasan.

Menurut Kementerian Luar Negeri, kelompok-kelompok tersebut telah melanggar hukum internasional serta mengabaikan prinsip hubungan bertetangga yang baik dan persaudaraan antarnegara Islam.

Meski menyatakan tidak menginginkan konflik semakin meluas, Arab Saudi menegaskan akan merespons setiap ancaman yang membahayakan kedaulatan negara.

Kerajaan memperingatkan bahwa apabila kembali terjadi serangan, pemerintah tidak akan ragu mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah, warga negara, dan aset strategis nasional.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menjelaskan operasi gabungan bersama Amerika Serikat dilakukan sebagai respons atas serangan yang berasal dari wilayah Irak dan menargetkan fasilitas minyak Saudi.

Mengacu pada Pasal 51 Piagam PBB, kementerian menyebut Arab Saudi dan Amerika Serikat melancarkan serangan presisi terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi basis kelompok pelaku serangan terhadap infrastruktur energi kerajaan.

"Kerajaan menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan eskalasi, tetapi akan merespons setiap agresi yang dihadapinya," demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
CENTCOM irak iran konflik timur tengah arab saudi