Iran Ancam Inggris, London Langsung Siagakan Seluruh Kekuatan Militer

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:16 WIB
Angkatan Bersenjata Inggris klaim siaga penuh hadapi ancaman Iran. (Gulf News).
Angkatan Bersenjata Inggris klaim siaga penuh hadapi ancaman Iran. (Gulf News).

Radar Pasuruan - Pemerintah Inggris memastikan seluruh angkatan bersenjatanya berada dalam kondisi siaga penuh menyusul ancaman yang dilontarkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Ancaman itu muncul setelah adanya laporan bahwa pangkalan militer Inggris digunakan Amerika Serikat untuk mendukung operasi pesawat pengebom.

Juru bicara pemerintah Inggris menegaskan negaranya telah mempertahankan tingkat kesiapan militer untuk menghadapi berbagai potensi ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.

"Angkatan bersenjata kami siap melindungi Inggris dari segala bentuk serangan, baik di dalam maupun luar negeri. Inggris mempertahankan tingkat kesiapan yang berkelanjutan untuk mempertahankan diri," kata juru bicara pemerintah Inggris dikutip dari IranWire.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah IRGC, pada Kamis (23/7), memperingatkan Inggris terkait dugaan penggunaan pangkalan militernya oleh Amerika Serikat. Situasi itu semakin memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat di tengah kondisi keamanan Timur Tengah yang masih belum stabil.

Pemerintah Inggris menjelaskan kesiapan militernya tidak hanya bertumpu pada pengerahan personel, tetapi juga didukung sistem pertahanan udara dan rudal berlapis yang telah terintegrasi.

Berdasarkan keterangan yang dikutip Reuters, sistem tersebut menggabungkan kemampuan Royal Navy, Angkatan Darat Inggris, dan Royal Air Force (RAF), serta didukung teknologi pertahanan modern dan koordinasi dengan negara-negara anggota NATO.

"Postur pertahanan ini mencakup sistem pertahanan udara dan rudal berlapis yang menggabungkan kemampuan Royal Navy, Angkatan Darat Inggris, dan Royal Air Force dengan sistem canggih serta integrasi yang erat bersama sekutu NATO," ujar juru bicara tersebut.

Baca Juga: Trump Akui Iran Masih Punya Kekuatan Militer, Tegaskan Gencatan Senjata Sudah Berakhir

Ancaman terbaru dari IRGC menambah daftar ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat. Sebelumnya, pada Maret lalu ketika konflik selama 40 hari melibatkan Israel dan Amerika Serikat, IRGC dilaporkan menjadikan pangkalan udara RAF Akrotiri milik Inggris di Siprus sebagai target.

Pada periode yang sama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pemerintahnya telah menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris dalam operasi yang disebut sebagai misi "defensif".

Perkembangan tersebut menunjukkan Inggris terus meningkatkan kesiagaan pertahanannya di tengah potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, terutama setelah muncul ancaman langsung terhadap kepentingan dan fasilitas militer Inggris dari IRGC.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
IRGC Inggris NATO iran timur tengah