Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan pekerjaan, dan masih adanya kemiskinan ekstrem menjadi persoalan besar yang harus segera ditangani pemerintah. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, Prabowo juga menyoroti kebocoran ekonomi yang disebut menyebabkan kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri selama bertahun-tahun.
"Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini semua masalah kita paham," kata Prabowo.
Presiden mengatakan berbagai persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan pemerintah. Menurutnya, mandat yang diberikan rakyat kepada pemerintah bukan sekadar menjalankan pemerintahan, melainkan mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi bangsa.
Prabowo mengaku baru memahami besarnya tantangan tersebut setelah memimpin pemerintahan. Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian ialah kebocoran ekonomi dalam jumlah besar yang dinilai telah berlangsung cukup lama dan merugikan negara.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Indonesia tidak memperoleh manfaat maksimal dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
"Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun," kata Prabowo.
Presiden menilai kebocoran tersebut harus dihentikan karena berpengaruh langsung terhadap kemampuan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memperbaiki kesejahteraan guru dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Prabowo mengingatkan seluruh jajaran kabinet bahwa mereka memperoleh mandat dari rakyat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi bangsa.
"Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa. Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah," kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah menuntaskan lebih dari 100 persoalan strategis selama sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahannya. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun digelar sebagai forum evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih menjelang pidato kenegaraan Presiden dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain melakukan evaluasi kinerja kabinet, Presiden juga memaparkan berbagai capaian serta tantangan pemerintah di sektor ekonomi, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Moch Vikry Romadhoni