Radar Pasuruan - Amerika Serikat memperkuat dukungan militernya kepada Israel dengan menambah armada pesawat pengisi bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Hingga akhir pekan, sebanyak 33 pesawat tanker milik Angkatan Udara AS telah berada di Israel sebagai bagian dari kesiapan logistik menghadapi potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Laporan media Israel Walla menyebutkan sebanyak 14 pesawat pengisi bahan bakar tambahan tiba di Israel pada akhir pekan. Penambahan itu membuat total armada tanker AS yang ditempatkan di negara tersebut mencapai 33 unit.
Mengutip sumber anonim dari Angkatan Udara Israel, media tersebut menyebut Washington tengah mempertimbangkan pengerahan hingga 100 pesawat tanker ke sejumlah pangkalan militer di Israel, termasuk Bandara Ramon yang berada di wilayah selatan.
"Jika AS meningkatkan serangannya terhadap Iran, maka hal itu akan lebih banyak pesawat pengisi bahan bakar milik AS dikerahkan ke Israel. Dalam hal itu, pesawat-pesawat tersebut mungkin akan mendarat di Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv," kata sumber tersebut.
Menurut laporan itu, seluruh 33 pesawat pengisi bahan bakar yang telah tiba saat ini diparkir di Bandara Ben Gurion. Kehadiran armada tersebut berlangsung bersamaan dengan peringatan pemerintah Israel mengenai kemungkinan terganggunya penerbangan sipil selama musim liburan musim panas.
Meski demikian, hingga kini pemerintah Israel belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jumlah pasti pesawat tanker milik Amerika Serikat yang ditempatkan di wilayahnya.
Baca Juga: Iran Curiga Ada Mata-Mata di Lingkaran Elite, Menlu Sebut Serangan AS-Israel Terlalu Akurat
Sebelumnya, pada Sabtu (18/7), stasiun penyiaran publik Israel KAN melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan kepada Israel rencana penyesuaian penempatan pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah.
Rencana tersebut mencakup pengiriman tambahan pesawat pengisi bahan bakar. Sebagian armada dilaporkan telah mendarat di Pangkalan Udara Ovda, Israel selatan, sementara pesawat lainnya diperkirakan akan ditempatkan di sejumlah pangkalan militer lain.
Pesawat tanker memiliki fungsi strategis dalam operasi militer jarak jauh karena mampu mengisi bahan bakar pesawat tempur saat berada di udara. Kemampuan tersebut memungkinkan pesawat memperpanjang durasi misi sekaligus menjangkau sasaran yang berada lebih jauh.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut berkembang setelah operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.
Walaupun kedua negara sempat menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk meredakan konflik, kondisi keamanan kembali memburuk dalam sepekan terakhir.
Perselisihan di kawasan Selat Hormuz memicu aksi saling serang antara kedua negara. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi konfrontasi militer yang lebih luas dan berdampak terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Editor : Moch Vikry Romadhoni