Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anak Yatim Piatu Tewas Diterkam Buaya di Sungai Saat Cuci Tangan

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:00 WIB
Bocah 12 tahun di India tewas diseret buaya saat sedang cuci tangan di sungai. (Times of India)
Bocah 12 tahun di India tewas diseret buaya saat sedang cuci tangan di sungai. (Times of India)

Radar Pasuruan - Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Distrik Bahraich, Uttar Pradesh, India, meninggal dunia setelah diterkam seekor buaya saat mencuci tangan dan wajah di tepi Sungai Ghaghara.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban, Sunil Singh, tengah membantu pamannya menanam padi di kawasan Desa Tikuri. Setelah bekerja di sawah, Sunil meninggalkan area persawahan untuk membersihkan tangan dan wajahnya di tepian sungai.

Tanpa diduga, seekor buaya yang bersembunyi di dalam air tiba-tiba muncul dan langsung menerkam korban. Reptil tersebut kemudian menyeret Sunil ke bagian sungai yang lebih dalam.

Teriakan korban sontak membuat panik orang-orang di sekitar lokasi. Pamannya, Uday Raj Singh, bersama sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan dengan memukul buaya menggunakan tongkat serta melemparinya dengan batu bata.

Namun, berbagai upaya tersebut tidak mampu menghentikan serangan buaya maupun menyelamatkan korban.

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan bersama warga melakukan pencarian hingga malam hari.

Kepala Kepolisian Sektor setempat, Triloki Nath Maurya, mengatakan jasad korban akhirnya berhasil ditemukan setelah operasi pencarian dilakukan.

Menurutnya, kondisi tubuh korban mengalami luka yang sangat parah akibat serangan buaya.

Bagian bawah kaki kanan korban dilaporkan telah hilang, sementara sebagian area perut juga mengalami kerusakan serius akibat serangan tersebut.

Jenazah Sunil kemudian dievakuasi untuk menjalani proses autopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Tragedi ini semakin memilukan karena Sunil diketahui telah menjadi yatim piatu. Ibunya meninggal sekitar tujuh tahun lalu, sedangkan sang ayah wafat lima tahun yang lalu.

Korban meninggalkan dua kakak perempuan yang masing-masing berusia 18 tahun dan 15 tahun.

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko serangan buaya di sejumlah wilayah India, khususnya kawasan sungai yang berdekatan dengan permukiman dan lahan pertanian.

Warga yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat buaya dapat bersembunyi di dalam air dan menyerang secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda yang mudah dikenali.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
serangan buaya Uttar Pradesh kecelakaan india buaya