Radar Pasuruan - Sebuah video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tanpa akses jalan masuk menjadi perbincangan di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram @maju.idn pada 12 Juli itu menampilkan bangunan koperasi yang tampak berada di depan aliran air sehingga memunculkan anggapan lokasi tersebut sulit dijangkau.
Unggahan tersebut pun memancing beragam komentar warganet. Sebagian mempertanyakan bagaimana masyarakat dapat berbelanja di lokasi tersebut, sementara yang lain menyindir bahwa pengunjung harus menggunakan perahu untuk menuju koperasi.
Belakangan diketahui, bangunan yang dimaksud berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Kepala Desa Sidodadi, Saelan, meluruskan informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bangunan koperasi tidak berada di tepi sungai, melainkan di sisi Telaga Kedung Rampal yang berada di Dusun Kedung Rampal Kidul.
“Yang benar itu dibangun di pinggir telaga,” kata Saelan, dikutip dari Radar Malang (Jawa Pos Group), Sabtu (18/7).
Menurutnya, narasi yang menyebut koperasi berada di tepi sungai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ia juga mempertanyakan bagaimana material bangunan dapat diangkut apabila lokasi tersebut memang tidak memiliki akses.
“Bagaimana material bisa masuk ke lokasi koperasi? Faktanya material sudah sampai,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenkop Mulai Latih Puluhan Ribu Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Siap Kelola Distribusi Subsidi
Setelah video tersebut viral, Pemerintah Desa Sidodadi melakukan penelusuran terhadap pembuat unggahan.
Hasilnya, video tersebut diketahui dibuat oleh seorang warga bernama Rosi. Menurut Saelan, video itu diunggah hanya untuk bercanda tanpa bermaksud menimbulkan kesalahpahaman.
”Orang tersebut mengunggah video untuk sekadar iseng. Dia sudah meminta maaf,” terangnya.
Saelan menjelaskan pemerintah desa saat ini tengah menyelesaikan pembangunan akses menuju gerai Koperasi Desa Merah Putih.
Selain itu, area di depan koperasi juga akan diperluas dengan pemasangan paving hingga sekitar empat meter sehingga kendaraan roda empat nantinya dapat langsung masuk ke halaman koperasi.
“Nantinya mobil bisa masuk langsung ke depan koperasi. Kalau sekarang baru di samping koperasi,” ucap Saelan.
Tidak hanya membangun akses jalan, pemerintah desa juga menyiapkan pengembangan kawasan di sekitar Telaga Kedung Rampal.
Rencananya, lokasi tersebut akan dilengkapi pusat UMKM serta sejumlah gazebo sebagai tempat bersantai bagi masyarakat dan wisatawan.
Menurut Saelan, pengembangan kawasan itu diharapkan mampu menggerakkan perekonomian warga sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.
“Karena lokasi di pinggir telaga ini strategis, kami berharap bisa menghidupkan UMKM di sekitar sini. Wisatawan juga bisa semakin ramai,” katanya.
Baca Juga: Iran Kembali Gempur Pangkalan Militer AS di Arab Saudi, Timur Tengah Terancam Memanas Lagi
Editor : Moch Vikry Romadhoni