Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Iran Dilaporkan Serang Pangkalan Militer AS di Arab Saudi, Konflik Timur Tengah Kembali Memanas

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:21 WIB
Ilustrasi Iran dilaporkan tembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Arab Saudi. (RoyaNews)
Ilustrasi Iran dilaporkan tembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Arab Saudi. (RoyaNews)

Radar Pasuruan - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi, Sabtu. Serangan tersebut disebut menjadi aksi langsung pertama Teheran ke wilayah Arab Saudi dalam hampir empat bulan terakhir.

Laporan yang dikutip dari Axios menyebutkan rudal balistik Iran diarahkan ke pangkalan militer AS yang berada di Arab Saudi. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai lokasi pangkalan yang menjadi sasaran maupun dampak dari serangan tersebut.

Insiden ini menandai kembali meningkatnya eskalasi konflik di kawasan setelah sebelumnya ketegangan sempat mereda melalui berbagai upaya diplomasi.

Serangan terbaru terjadi di tengah memanasnya situasi di kawasan Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.

Berdasarkan laporan Axios, Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer dalam beberapa pekan terakhir setelah gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Pakistan dinyatakan runtuh.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan Teluk.

Hingga saat ini, baik pemerintah Iran maupun Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan serangan tersebut.

Baca Juga: Iran Gegerkan Dunia, Billboard Ancam Donald Trump dengan Tulisan 'We Will Kill Trump'

Di tengah meningkatnya ketegangan, Tiongkok dan Pakistan kembali menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar di Shanghai, Kamis.

Kedua negara menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi di Iran dan meminta seluruh pihak menghentikan aksi militer, memulihkan komunikasi, serta kembali ke meja perundingan untuk mencari solusi damai.

Mereka juga mengajak komunitas internasional terus mendukung berbagai upaya penyelesaian konflik secara diplomatik.

Wang Yi menilai nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) tahap pertama antara Amerika Serikat dan Iran merupakan hasil diplomasi yang tidak mudah dicapai.

"Nota kesepahaman tahap pertama yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran tidak diraih dengan mudah. Itu merupakan hasil negosiasi bilateral dan juga berkat upaya bersama komunitas internasional, dengan Pakistan memainkan peran koordinasi dan mediasi yang sangat penting," kata Wang Yi.

Ia juga menegaskan seluruh pihak harus menghormati kesepakatan yang telah dibuat.

"Semua pihak harus menghormati komitmen mereka dan mematuhi ketentuan dalam MoU. Tiongkok akan, seperti biasa, mendukung upaya mediasi Pakistan dan terus memainkan peran konstruktif dalam membantu meredakan situasi dengan caranya sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Mohammad Ishaq Dar memastikan Pakistan akan tetap aktif mendorong penyelesaian konflik melalui dialog meski situasi di kawasan semakin sulit.

"Pakistan akan terus melangkah menghadapi berbagai tantangan dan tetap aktif mendorong pembicaraan damai," kata Dar.

Seruan kedua negara tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya dapat berkembang menjadi perang yang lebih luas apabila tidak segera diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Baca Juga: Legenda Ranu Merah di Andungsari Tiris Probolinggo, Kisah Pertikaian Dua Naga Penjaga Alam Semesta

Editor : Moch Vikry Romadhoni
selat hormuz amerika serikat iran arab saudi timur tengah