Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Israel Ogah Tarik Pasukan dari Gaza hingga Suriah Meski Diminta Trump

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 16 Juli 2026 | 18:58 WIB
Pasukan UNIFIL dan tentara Lebanon berjaga di sebuah pos pemeriksaan di Naqoura, dekat perbatasan Lebanon-Israel, di Lebanon selatan. (Aziz Taher/Reuters)
Pasukan UNIFIL dan tentara Lebanon berjaga di sebuah pos pemeriksaan di Naqoura, dekat perbatasan Lebanon-Israel, di Lebanon selatan. (Aziz Taher/Reuters)

Radar Pasuruan - Israel menegaskan tidak akan menarik pasukan Israel Defence Forces (IDF) dari wilayah yang disebut sebagai zona keamanan di Gaza, Lebanon, dan Suriah. Keputusan itu tetap diambil meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan meminta Tel Aviv menarik pasukannya dari sejumlah wilayah tersebut.

Sikap tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, pada Kamis (16/7).

Dalam pembicaraan tersebut, Katz menegaskan pemerintah Israel berkomitmen mempertahankan kehadiran militer di kawasan yang dianggap strategis bagi keamanan nasional.

Berdasarkan keterangan resmi kantornya, keberadaan pasukan Israel di Suriah, Gaza, dan Lebanon dinilai penting untuk melindungi wilayah perbatasan serta masyarakat yang tinggal di daerah tersebut dari ancaman kelompok bersenjata.

"Israel bertekad untuk tetap berada di zona keamanan di Suriah, Gaza, dan Lebanon guna melindungi perbatasan Israel dan masyarakat yang tinggal di dekat perbatasan dari ancaman yang ditimbulkan kelompok-kelompok militan," kata Katz.

Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak pernah meminta Amerika Serikat menggantikan peran militernya dalam menjaga keamanan di kawasan perbatasan.

Baca Juga: Israel Gempur Gaza dan Khan Younis, Rumah Warga Hancur, Korban Terus Bertambah

Pernyataan Katz muncul setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon.

Laporan Axios yang mengutip seorang pejabat Amerika Serikat menyebut Trump menilai keberadaan militer Israel di Suriah justru memperumit kondisi keamanan di kawasan tersebut.

"Mereka tidak menginginkan Anda berada di sana. Anda seharusnya menarik kembali pasukan," kata Trump kepada Netanyahu, menurut laporan tersebut.

Israel mengerahkan pasukan ke zona penyangga yang diawasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Dataran Tinggi Golan setelah tergulingnya Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024.

Sejak saat itu, militer Israel beberapa kali melancarkan operasi darat maupun serangan udara ke wilayah Suriah. Pemerintah Israel menyatakan kawasan selatan Suriah perlu dijadikan zona demiliterisasi guna mengurangi potensi ancaman terhadap wilayahnya.

Di Lebanon, pasukan Israel juga masih bertahan di kawasan yang disebut sebagai zona keamanan dengan kedalaman sekitar 10 kilometer dari garis perbatasan.

Sementara itu, Lebanon dan Israel masih menjalani perundingan yang dimediasi Amerika Serikat untuk meredakan konflik yang memanas setelah serangan Hizbullah pada Maret lalu. Putaran kelima perundingan berlangsung di Roma, Rabu (15/7), dengan salah satu agenda utama membahas penarikan bertahap pasukan Israel dari sebagian wilayah Lebanon.

Selain di Suriah dan Lebanon, Israel juga masih mempertahankan kehadiran militernya di Jalur Gaza. Saat ini, sekitar 60 persen wilayah Gaza berada di bawah penguasaan militer Israel.

Pasukan IDF juga ditempatkan di sepanjang perimeter luar Gaza yang berbatasan langsung dengan Israel maupun Mesir.

Keputusan Tel Aviv untuk tetap mempertahankan pasukan di tiga wilayah tersebut menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan antara Israel dan Amerika Serikat mengenai strategi keamanan di Timur Tengah, meski kedua negara tetap menjalin kerja sama pertahanan yang erat.

Baca Juga: Skema PKH dan BPNT Bakal Dirombak, Pencairan Bansos Lewat Koperasi Merah Putih

Editor : Moch Vikry Romadhoni
donald trump IDF israel gaza timur tengah