Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ciptakan Kesan Menyenangkan saat Kenalkan Sekolah, Semua Juga Kampanyekan Anti Perundungan

Fahrizal Firmani • Selasa, 14 Juli 2026 | 07:00 WIB
MERUJUK CITA-CITA: Beragam profesi yang dikenalkan ke siswa di SDN Kebonsari Kota Pasuruan saat hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah, Senin (13/7) pagi. Foto: Agung Dwi for Jawa Pos Radar Bromo
MERUJUK CITA-CITA: Beragam profesi yang dikenalkan ke siswa di SDN Kebonsari Kota Pasuruan saat hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah, Senin (13/7) pagi. Foto: Agung Dwi for Jawa Pos Radar Bromo

PASURUAN, Radar Bromo-Tahun ajaran baru dimulai Senin (13/7) setelah libur panjang. Semua sekolah di Pasuruan dan Probolinggo begitu bersemangat. Siswa-siswi dibuat senyaman mungkin saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Semuanya harus terkesan menyenangkan agar lingkungan sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi anak.

Di Pasuruan dan Probolinggo, semua tingkatan lembaga pendidikan punya acara berbeda untuk mengenalkan sekolahnya. Ada pula sekolah yang tak mewajibkan siswanya untuklangsung mengenakan seragam.

Tilik saja di SDN Randusari Kota Pasuruan. Di hari perdana kemarin,  sekolah ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah. Tapi siswa baru juga disuguhkan aksi kreatif dari para guru.

Siswa dan wali murid mendapatkan pertunjukan petualangan menjelajah tempat wisata SDN Randusari yang bertema Dora The Explorer.

Kegiatan ini berlangsung selama satu jam di halaman sekolah sejak pukul 07.00. Guru, wali murid dan seluruh siswa mengikutinya.

Setiap guru dan siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6 kompak menggunakan baju bebas. Setiap siswa didampingi oleh orang tua. Dalam pertunjukan ini, guru bertindak layaknya seorang pemandu wisata. Sementara itu, para siswa menjadi turis.

Secara bergantian, guru memperkenalkan diri di depan murid. Mereka mengajak siswa untuk berekreasi di SDN Randusari. Para “pemandu dadakan” itu menceritakan kelebihan dan fasilitas di "wisata" di SDN Randusari. Siswa baru diharap senang dan betah.

"Para siswa itu layaknya turis yang baru datang dan belum kenal tempat yang didatanginya. Guru memandu agar mereka kenal dan nyaman," kata guru kelas 1, Ririn Sulistyowati.

Kepala SDN Randusari Yuli Winanti menyebut, MPLS tema Dora The Explorer dipilih untuk mewujudkan MPLS yang menyenangkan. Para siswa seakan diajak rekreasi ke sekolah.

Guru yang menjadi pemandu bersikap ramah pada siswa yang layaknya seorang turis agar mereka betah. Mereka diperkenalkan fasilitas dan hal hal yang dinikmati selama di SDN Randusari.

SIMBOLIS: Pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah di SMPN 1 Kota Probolinggo kemarin. Di Probolinggo MPLS ramah ditekankan dengan surat edaran. (Istimewa)
SIMBOLIS: Pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah di SMPN 1 Kota Probolinggo kemarin. Di Probolinggo MPLS ramah ditekankan dengan surat edaran. (Istimewa)

"Kami libatkan seluruh siswa mulai kelas 1 hingga enam. Wali kelas lama juga datang. Untuk memperkenalkan sekolah pada anak baru," sebut Yuli.

Lain lagi dengan SDN Kebonsari. Sekolahan ini mengundang beragam profesi untuk mengikuti MPLS perdana. Beragam profesi itu seperti TNI, Polri, pemadam kebakaran (damkar), nelayan, peternak, dokter, yotuber, pilot hingga wartawan.

“Profesi ini dikenalkan ke siswa agar siswa-siswi nanti memiliki cita-cita,” beber Kepala SDN Kebonsari Nurul Mardijanti.

Cara mengenalkan profesi ini juga menarik. Sekolah yang berlokasi di Jalan Wahid Hasyim ini juga menggelar fashion costplay. Guru-guru yang mengenakan seragam profesi, berjalan ala pragawati, dan siswa nanti akan menebak apa profesinya.

 Tidak hanya SD, hari pertama masuk sekolah juga terjadi di jenjang SMP. Di SMPN 8 Pasuruan, kegiatan MPLS di hari pertama berjalan lancar. Di hari pertama, siswa membacakan harapan dan keinginan di depan orang tuanya.

Wali murid membalas dengan memeluk mereka sebagai simbol mereka mendukung penuh pendidikan siswa selama belajar di SMPN 8. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan siswa pada sekolah.

Kepala SMPN 8 Pasuruan, Arif Syaifurrohman menyebut, setiap harinya MPLS berlangsung hingga pukul 12.00. Selama lima hari, siswa akan mengikuti sejumlah kegiatan. Meski tidak mengikuti MPLS, siswa kelas 8 dan 9 belum mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Selama masa MPLS, sekolah juga mengkampanyekan antibullying. Bahkan antiperundungan ini juga menjadi wanti-wanti DPRD Kota Probolinggo kepada Disdikbud dan satuan lembaga pendidikan. Jangan sampai terjadi kasus kekerasan ataupun perundungan terhadap murid baru yang mengikuti MPLS.

Sibro Malisi, anggota komisi I DPRD kota Probolinggo mengatakan, Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) harus dapat memastikan satuan pendidikan melaksankan MPLS sesuai ketentuan. Karena, tidak jarang terjadi kekerasan atau perundungan terhadap siswa saat MPLS. Sehingga, disdikbud dan satuan pendidikan harus bertanggungjawab penuh atas MPLS yang dimulai kemarin.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti saat dikonfirmasi mengatakan, sudah ada surat edaran (SE) wali kota tentang Materi MPLS ramah serta instrumen tes dan sistem pendukung MPLS ramah Tahun 2026. Ini ditekankan pada satuan pendidikan di Kota Probolinggo.

REKREASI: Guru di SDN Randusari Kota Pasuruan yang mengajak siswa seperti berekreasi untuk mengenalkan lingkungan sekolah. (Foto: Istimewa)
REKREASI: Guru di SDN Randusari Kota Pasuruan yang mengajak siswa seperti berekreasi untuk mengenalkan lingkungan sekolah. (Foto: Istimewa)

MPLS Ramah adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter. Selain itu, MPLS ramah tegaskan anti segala bentuk kekerasan, perundungan, intoleransi, dan penindasan terhadap murid.

”MPLS Ramah diselenggarakan oleh sekolah baik tingkat TK, SD/Sederajat dan SMP/Sederajat selama 5 hari mulai tanggal 13 sampai 17 Juli besok. Temanya pengenalan potensi diri Murid (Bakat dan Minat), warga Sekolah, kurikulum; dan Lingkungan Sekolah,” terangnya. .

Rini menegaskan, pihaknya sudah sosialisasikan dan ingatkan pada satuan pendidikan dalam penerapan MPLS ramah. Sekolah wajib membentuk panitia MPLS ramah yang ditetapkan kepala sekolah.

”Nantinya sekolah melakukan evaluasi pelaksanaan MPLS ramah dan menyampaikan hasil evaluasi kepada orang tua/wali Murid paling lambat 30 hari setelah pelaksanaan MPLS Ramah,” tambahnya. (riz/mas/fun)

SAMPAIKAN HARAPAN: Siswa di SMPN 8 Kota Pasuruan membacakan harapan di depan orangtuanya saat MPLS. (Foto: Istimewa)
SAMPAIKAN HARAPAN: Siswa di SMPN 8 Kota Pasuruan membacakan harapan di depan orangtuanya saat MPLS. (Foto: Istimewa)

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
mpls tahun ajaran baru sekolah