Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Respons Marinir usai Tiga Peserta Latsarmil Tewas: Peserta Sakit Dipisah, Cukup Ikuti Materi di Kelas

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:05 WIB
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/tom)
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/tom)

Radar Radar Bromo - Korps Marinir TNI AL memastikan peserta latihan dasar kemiliteran dari program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia calon pengelola Koperasi Merah Putih yang memiliki riwayat masalah kesehatan tidak akan diikutsertakan dalam kegiatan latihan fisik. Langkah ini diambil untuk menjaga kondisi kesehatan para peserta agar tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian materi pendidikan.

"Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6).

Agus menjelaskan bahwa data riwayat kondisi fisik peserta diperoleh dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum mengikuti latsarmil. Setelah dipelajari, peserta yang memiliki riwayat penyakit diarahkan untuk mengikuti materi di dalam kelas.

Sementara untuk kegiatan luar kelas, peserta lainnya menjalani serangkaian aktivitas mulai dari apel pagi hingga latihan peraturan baris berbaris. Pada minggu ketiga, seluruh peserta juga dijadwalkan mengikuti latihan menembak perorangan.

Baca Juga: Tiga Peserta Latsarmil SPPI Meninggal, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Program Dihentikan dan Pelaku Dihukum

"Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya," kata Agus.

Agus memastikan seluruh rangkaian pendidikan latsarmil hingga saat ini masih berjalan aman dan kondusif. Ia berharap proses pendidikan dapat selesai dengan baik dan seluruh peserta memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan saat mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Sebanyak 674 peserta latsarmil dari program SPPI mengikuti pendidikan selama satu setengah bulan di markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Para peserta terbagi dalam empat kompi yang masing-masing berisi enam peleton. Selama di markas Korps Marinir, mereka menjalani berbagai materi latihan dasar militer yang bertujuan untuk memperkuat jiwa nasionalisme dan kedisiplinan kerja.

Baca Juga: Pilot F-15 AS Ungkap Penampakan Drone Iran Mirip Ubur-ubur Sebelum Pesawatnya Ditembak Jatuh di Atas Iran

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Latsarmil SPPI #Korps Marinir #Peserta Latsarmil #Koperasi Merah Putih #tni al