Radar Bromo - Keluarga Yuvita Tri Rezeki, korban penyekapan dan penyiksaan di Bandung, mengungkap kronologi lengkap sebelum dan sesudah perempuan berusia 29 tahun itu berkenalan dengan Taufik Hidayat. Cerita tersebut terungkap setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan ayah dan kakak ipar korban, dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Kamis (25/6).
Vita, sapaan akrab korban, meninggalkan rumah untuk bekerja di Bandung pada pertengahan 2024. Sebelum mengenal Taufik, semua berjalan normal dan Vita rutin pulang ke rumah.
"Paling seminggu sekali (Vita) pulang (ke rumah)," ucap ayah korban saat berbincang dengan Dedi Mulyadi.
Tak lama setelah bekerja di Bandung, Vita sempat datang ke rumah bersama Taufik. Namun hanya ibu Vita yang sempat bertemu, dan pertemuan itu pun berlangsung singkat karena keduanya pamit untuk menonton konser. Terakhir kali keluarga bertemu Vita secara langsung adalah pada November 2024. Setelah itu, korban semakin sulit dihubungi, menjaga jarak dari keluarga, bahkan ketahuan berbohong.
Kakak ipar Vita mengungkapkan bahwa setelah pamit nonton konser, Vita tidak pernah pulang lagi termasuk pada Idul Fitri 2025 dan 2026. Korban sempat mengabarkan bahwa ia pindah kerja ke Majalengka, dan keluarga tidak curiga karena perusahaan tempatnya bekerja memang memiliki kantor di sana.
"Izin nonton konser, setelah itu kan kami tidak bertemu lagi. Tahu-tahu ada yang telepon. Kata Vita mau kerjanya dipindah lagi ke Majalengka," ucap dia.
Namun ketika keluarga mendatangi kantor di Majalengka untuk memastikan kabar, kenyataan pahit menanti. Vita ternyata sudah mengundurkan diri empat bulan sebelumnya, dan surat resignnya pun diserahkan oleh Taufik.
"Sudah tidak ternyata, pas ditanyain ternyata sudah tidak (kerja), resign 4 bulan yang lalu. Yang nganternya pun, surat resign-nya, itu si cowok," lanjutnya.
Baca Juga: Menkes Perintahkan RSHS Pulihkan Fisik dan Mental Korban Penganiayaan Taufik Hidayat di Bandung
Curiga ada yang tidak beres, keluarga mengunggah kabar bahwa Vita diculik. Unggahan itu viral hingga sampai ke Vita, yang kemudian menghubungi keluarga dan menyangkal diculik mengaku kini bekerja di Jakarta.
"Loh kalau bekerja kenapa bohong? kata suami saya. Kenapa kamu masih bilang kerja di Nabati ternyata nggak?. Saya kerja di Jakarta, katanya gitu. Sekarang saya kerja di Jakarta, saya cuma nggak mau jadi beban pikiran orang tua saja," terang kakak ipar Vita.
Upaya keluarga menemui Vita di Jakarta pun gagal. Yang datang justru kabar buruk: Vita berada di IGD rumah sakit karena disebut mengalami kecelakaan. Belakangan terungkap bahwa ia adalah korban perbuatan sadis Taufik Hidayat, dan kini mengalami kebutaan permanen.
Taufik Hidayat yang ditangkap di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Bandung pada Selasa malam (23/6) mengakui seluruh perbuatannya, namun berdalih melakukannya di bawah pengaruh minuman keras.
"Semua yang dia lakukan dia mengakui dan dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal. Karena dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu," ucap Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan kepada awak media.
Menurut Kapolda, Taufik mengonsumsi alkohol setiap hari dan bahkan saat ditangkap baru saja menenggak minuman keras. Kebiasaan tersebut diduga menjadi pemicu sifat temperamentalnya yang berujung penganiayaan berulang terhadap korban. Taufik kini diproses hukum atas dugaan pelanggaran Pasal 466 dan Pasal 446 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Editor : Moch Vikry Romadhoni