KANIGARAN, Radar Bromo- Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) Bio Solar masih sering terjadi di sejumlah SPBU di Probolinggo. Rupanya, kelangkaan BBM bersubsidi ini dampak meningkatnya kebutuhan konsumsi di sejumlah titik penyaluran atau SPBU.
Bahkan, hingga akhir Mei 2026, pengiriman Bio Solar sudah hampir separo dari kuota tahunan. Sedangkan pasokan tambahan dari terminal suplai masih dalam proses pengiriman.
“Konsumsi BBM subsidi Bio Solar di Kota Probolinggo hingga akhir Mei kemarin sudah terealiasi 9.920 KL (kilo liter) atau sekitar 44,4 persen dari kuota tahun 2026 sebanyak 22.326 KL,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.
Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat, termasuk di wilayah Probolinggo. Berbagai langkah penguatan distribusi dan pemantauan operasional dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya, untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
“Kami pastikan pasokan Bio Solar tetap tersedia dan proses distribusi terus berjalan. Kondisi (solar habis dan antrean panjang) terjadi seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi di sejumlah titik penyaluran. Sementara, pasokan tambahan dari terminal suplai tengah dalam proses pengiriman menuju SPBU,” katanya, Rabu (24/6).
Karena itu, kata Ahad, sebagai langkah antisipatif, pihaknya terus memantau intensif kondisi stok di lapangan serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Tujuannya, guna memastikan penyaluran BBM berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Sejumlah upaya percepatan distribusi telah dilakukan. Antara lain, melalui pengalihan sumber pasokan (suplai point) serta optimalisasi armada mobil tangki untuk mempercepat pengiriman ke SPBU yang mengalami peningkatan permintaan,” terangnya.
Antrean kendaraan yang hendak membeli Bio Solar masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Probolinggo. Seperti di SPBU Sukoharjo dan SPBU Kasbah, antrean terjadi pagi. Sedangkan, di SPBU Mastrip, sekitar pukul 08.00, Bio Solar sudah habis.
“Antre panjang kendaraan yang mau beli Bio Solar. Habis ini perkiraan sudah habis kuotanya (SPBU Kasbah),” ujar salah satu petugas SPBU Kasbah sambil melayani pembeli. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni