Radar Pasuruan - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengambil langkah tak terduga di tengah Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (23/6). Saat hendak menyampaikan sambutan, ia justru langsung menghubungi Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri setelah menerima laporan mengejutkan soal ancaman PHK massal terhadap 55 ribu buruh akibat lonjakan harga gas industri.
Momen itu bermula ketika Dasco mendengar laporan dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea. Laporan tersebut sontak membuyarkan rencana pidato yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Saya tadi udah rancang pidato cuman buyar semua gara-gara gas. Jadi, pertama-tama saya sebelum pidato saya mau tanya dulu bagaimana nih soal gas industri apakah ada jalan keluar," ucap Dasco.
Di hadapan pimpinan buruh, menteri ketenagakerjaan, wakapolri, dan para peserta rakernas, Dasco langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Simon. Percakapan telepon itu pun diperdengarkan kepada seluruh hadirin. Kepada Simon, ia menanyakan soal kenaikan harga gas dan solusi yang bisa diambil agar tidak berujung pada PHK massal.
"Kami tentunya lakukan yang terbaik Pak Dasco agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang sesuai," ucap Simon dari balik sambungan telepon.
Baca Juga: Dasco Bela Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Sebut Situasi Global Tak Bisa Diprediksi
Dasco kemudian menegaskan bahwa DPR siap memfasilitasi pertemuan antara Pertamina dan perwakilan buruh dalam waktu dekat untuk mencari jalan keluar bersama.
"Mungkin kita bisa duduk sehari, dua hari ini juga, dengan perwakilan dari teman-teman buruh satu-dua nanti mewakili supaya kita bisa cari jalan keluar," tegasnya.
Usai acara, Dasco menjelaskan bahwa pertemuan lanjutan dengan Dirut Pertamina dan perwakilan serikat pekerja yang terdampak sudah dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
"Setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak itu kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina mungkin besok. Untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55.000 karyawan," jelasnya.
Adapun pemicu utama ancaman PHK ini adalah lonjakan harga gas industri yang drastis, dari semula USD 6 per unit kini melonjak menjadi USD 23. Kondisi tersebut membuat industri keramik dalam posisi sulit dan mendorong munculnya opsi pemutusan hubungan kerja secara massal.
"Karena itu saya minta Bang Dasco yang bisa mencari jalan cepat keluar masalah gas industri karena harga gas itu dari 6 dolar, sekarang per hari ini sudah 23 dolar," imbuh Andi Gani.
Baca Juga: Kunjungan Kerja ke Jatim, Prabowo Sapa Warga Nahdliyin di Momen Munas NU Jelang Muktamar ke-35
Editor : Moch Vikry Romadhoni