Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Trump Umumkan Damai dengan Iran, Selat Hormuz Siap Dibuka Kembali

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 16 Juni 2026 | 16:54 WIB
Ilustrasi bendera AS dan Iran. (kuwaittimes)
Ilustrasi bendera AS dan Iran. (kuwaittimes)

Radar Pasuruan - Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan menandatangani kesepakatan damai pada Jumat mendatang dalam sebuah seremoni resmi di Jenewa, Swiss.

Perjanjian yang telah difinalisasi oleh kedua belah pihak tersebut diyakini akan membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, sekaligus mengakhiri operasi militer yang selama ini memicu ketegangan di kawasan tersebut.

Kabar ini diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung dan kini hanya menunggu proses penandatanganan resmi.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Selamat untuk semua," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Sebelumnya, Trump juga telah mengumumkan otorisasi pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat. Namun, dalam pernyataan lanjutannya, ia menjelaskan bahwa implementasi penuh dari kesepakatan tersebut baru akan dilakukan setelah proses penandatanganan resmi yang dijadwalkan pada Jumat.

"This great deal will bring peace and security to the whole region," kata Trump.

Penandatanganan kesepakatan damai ini menyita perhatian luas karena berkaitan langsung dengan masa depan Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global.

Sebelumnya, ketegangan yang terjadi antara Washington dan Teheran memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran serta distribusi minyak dunia. Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, pelaku pasar berharap risiko gangguan pasokan energi dapat berkurang secara signifikan.

Dalam unggahan sebelumnya, Trump bahkan menyerukan agar aktivitas pelayaran internasional dapat segera dimulai kembali.

Baca Juga: Geger! Diskusi Pancasila di UGM Diserbu Mahasiswa, Budiman Sudjatmiko Lari Lewat Pintu Belakang

Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi memastikan bahwa teks memorandum of understanding (MoU) telah selesai disusun dan siap untuk ditandatangani.

"Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan upacara penandatanganan resmi untuk Nota Kesepahaman Islamabad akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat," ujarnya.

Menurut Gharibabadi, isi dokumen tersebut akan segera dipublikasikan agar masyarakat dapat mengetahui hasil yang telah dicapai dalam perundingan tersebut.

"Teks akan segera dirilis, dan publik akan dapat melihat pencapaian Iran dan komitmennya. Komitmen kami tidak sebanding dengan keuntungan dan pencapaian yang telah kami dapatkan," lanjutnya.

Teheran juga menyatakan bahwa penghentian perang dan operasi militer di berbagai front, termasuk di Lebanon, akan mulai diumumkan secara bertahap.

"Akhir segera dan permanen untuk perang dan operasi militer di berbagai front, termasuk Lebanon, akan diumumkan mulai malam ini," ucap Gharibabadi.

Baca Juga: Geger! Diskusi Pancasila di UGM Diserbu Mahasiswa, Budiman Sudjatmiko Lari Lewat Pintu Belakang

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut mengumumkan bahwa kesepakatan damai telah berhasil dicapai setelah melalui serangkaian perundingan intensif yang melibatkan sejumlah mediator internasional.

Ia menyebutkan, kedua negara telah sepakat untuk menghentikan operasi militer secara permanen dan akan melanjutkan pembicaraan teknis setelah proses penandatanganan resmi dilakukan.

"Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," kata Shehbaz Sharif sebelumnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#donald trump #AS-Iran #Kesepakatan Damai #selat hormuz