Radar Pasuruan - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendapatkan angin segar setelah meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Menurutnya, melunaknya tensi yang berlangsung sejak Februari 2026 di kawasan Timur Tengah akan menekan kebutuhan subsidi energi di Indonesia. Hal ini dapat terjadi karena harga minyak mentah dunia melemah dan mendekati asumsi yang ditetapkan dalam APBN 2026.
“Nah harusnya gitu kan,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Senin (15/6).
Kondisi tersebut, lanjutnya, akan membuka ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program prioritas lain milik Presiden Prabowo Subianto.
“kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi. Sehingga akan jauh berkurang ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden,” ujarnya.
Kendati demikian, Purbaya menegaskan belum akan mengambil keputusan tertentu untuk merespons kondisi geopolitik global saat ini. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi memberi dampak terhadap perekonomian Indonesia.
“Jadi kita liat seperti apa dan baru kita adjust,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan awal pada Senin (15/6) dini hari untuk memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis utama bagi perdagangan energi global.
Kesepakatan tersebut akan mulai diberlakukan setelah penandatanganan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat di Swiss, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.
Dilansir dari The Seattle Times, Senin (15/6/2026), AS dan Iran disebut mencapai kesepakatan awal pada Senin dini hari yang akan memperpanjang gencatan senjata rapuh tersebut sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, meski sejumlah tantangan langsung muncul, termasuk sikap Israel yang menegaskan tidak akan mundur dari wilayah yang telah dikuasainya di Lebanon.
Editor : Moch Vikry Romadhoni