Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasca Gelombang Demo, Istana Ungkap Strategi Pulihkan Kepercayaan Publik dan Pasar

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 15 Juni 2026 | 19:03 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Bakom RI)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Bakom RI)

Radar Pasuruan - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memaparkan sejumlah langkah pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan publik pascagelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, pemerintah terus memperkuat koordinasi antarsektor sekaligus mempererat kerja sama guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Prasetyo menyebutkan, dalam satu hingga dua pekan terakhir, pemerintah berfokus pada pengambilan sejumlah kebijakan strategis yang diharapkan dapat memperkuat kondisi ekonomi nasional serta membangun optimisme di kalangan masyarakat maupun pelaku pasar.

"Terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6).

Ia menjelaskan, tingginya minat investor terhadap global bond Danantara menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia masih terjaga dengan baik. Pemerintah pun memandang capaian tersebut sebagai hal yang patut disyukuri di tengah dinamika ekonomi global yang berlangsung.

Pada kesempatan tersebut, Prasetyo juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat melalui upaya deregulasi dan penyederhanaan proses perizinan.

"Berkenaan dengan masalah deregulasi yang berkali-kali Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita, supaya iklim investasi dapat berkembang, supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," ujarnya.

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya penguatan nilai tukar rupiah yang berkaitan erat dengan performa perdagangan luar negeri Indonesia, terutama di sektor ekspor maupun impor.

Baca Juga: BEM UI Pilih Bundaran HI karena Demo di DPR dan Istana Tak Pernah Digubris Pemerintah

"Bapak Presiden tadi juga menekankan bahwa khususnya kepada Pak Rosan sebagai CEO Danantara dan sekaligus juga sebagai salah satu anggota dari Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi, karena kalau kita berbicara penguatan mata uang, maka tidak bisa lepas juga dari performa ekspor dan impor kita," ucapnya.

Pemerintah, lanjut Prasetyo, terus mendorong program industrialisasi dan hilirisasi sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Ia menambahkan, hasil dari proses hilirisasi diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional, sehingga kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Prasetyo menilai, keberhasilan proses industrialisasi akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional guna menciptakan kepastian bagi dunia usaha dan pasar keuangan, sebab stabilitas merupakan faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor maupun pelaku ekonomi.

"Oleh karena itulah kami selaku pemerintah mari kita semua kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh pelaku pasar, kepada seluruh pelaku ekonomi untuk mari bergandengan tangan kita bekerja sama kita bekerja keras untuk mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi kita," pungkasnya.

Baca Juga: KPU Ungkap Anggaran Fantastis Rp 12,5 Miliar demi Teknologi Pemilu Makin Canggih

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#hilirisasi #Prasetyo Hadi #Deregulasi #demo mahasiswa #ekonomi indonesia