Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Belanja Negara Mei 2026 Capai Rp 1.365 Triliun,Tumbuh 34 Persen, MBG dan Bansos Jadi Pendorong Utama

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:03 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersiap memberikan paparan konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersiap memberikan paparan konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Radar Bromo - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp 1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp 3.842,7 triliun. Capaian tersebut tumbuh 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Belanja negara tetap tumbuh 34,4 persen. Bagus, artinya sesuai dengan target ya, kita selalu ingin mempercepat belanja mencapai Rp 1.365,4 triliun," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, dikutip Kamis (11/6).

Secara rinci, belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.059,3 triliun atau 33,6 persen dari pagu APBN, yang tumbuh 52,6 persen secara tahunan. Komponen ini mencakup belanja kementerian/lembaga (K/L) senilai Rp 517,7 triliun yang didorong oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial, serta pencairan tunjangan hari raya (THR).

Baca Juga: Warga Gugat MUI soal Kurban Prabowo Rp 100 Miliar dari APBN, MUI: Ada Dasar Fikihnya

Sementara belanja non-K/L mencapai Rp 541,6 triliun, yang dipengaruhi oleh pembayaran manfaat pensiun, subsidi, serta kompensasi bahan bakar minyak dan listrik.

Adapun komponen belanja transfer ke daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp 306,1 triliun, mengalami kontraksi 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Raffi Ahmad Tegas Tolak Tuduhan Suap Impor Barang: Tidak Pernah Pesan, Tidak Pernah Terima Barangnya

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#APBN 2026 #Belanja Negara #Menkeu Purbaya