
LUMAJANG, Radar Bromo- Tiga pendaki Gunung Semeru yang mengalami kecelakaan telah ditemukan Rabu (3/6). Namun kini tim penyelamat mengalami kesulitan untuk mengevakuasi mereka.
Para pendaki yang masuk melalui jalur ilegal itu adalah Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan, 18, warga Kabupaten Malang; Rahmat Hakiki, 20, warga Kabupaten Lumajang; dan Muhamad Subekti, 39, warga Kabupaten Purworejo.
Sampai Kamis (4/6) sore, mereka belum berhasil dievakuasi ke rumah sakit karena keterbatasan alat, petugas, dan sulitnya medan.
Melalui Siaran Pers, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, ketiganya menuju kawasan Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (30/5).
Jalur ini bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola BB TNBTS.
“Lokasi tersebut merupakan akses tidak resmi dan masyarakat setempat juga mengetahui bahwa jalur tersebut bukan merupakan pintu masuk maupun jalur yang digunakan untuk aktivitas pendakian,” terangnya.
Baca Juga: Ini Penjelasan BB TNBTS! Semeru Meletus, Jalur Ranu Kumbolo Ditutup Sampai Waktu Tak Ditentukan
Senin (1/6) sekitar pukul 10.00, salah satu pendaki (Cakra) dilaporkan menghubungi orang tuanya yang bertugas di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Ia mengaku terjatuh di lereng Gunung Semeru dan butuh pertolongan. Korban juga sempat mengirimkan titik koordinat lokasi terakhir sebelum komunikasi terputus.
“Keluarga korban berkoordinasi dengan Koramil Tirtoyudo dan Koramil Ampelgading untuk melakukan pencarian,” tulisnya.
Senin (1/6) sekitar pukul 22.00, ayah korban bersama enam warga Desa Kaliputih, Kecamatan Ampelgading, berupaya menuju lokasi korban.
Untuk mencapai lokasi itu, butuh waktu sekitar 8 jam dengan berjalan kaki melalui medan terjal, curam, dan minim akses.
Selasa (2/6) sekitar pukul 10.00, ketiga korban ditemukan. Namun proses evakuasi terkendala.
Kondisi medan berat, sehingga butuh dukungan personel tambahan. Sore, personel tambahan dari masyarakat Tamansatriyan, Tamansari, dan Tlogosari diberangkatkan menuju lokasi.
Rabu (3/6) sekitar pukul 06.00, tim gabungan juga bergerak menuju lokasi untuk melanjutkan evakuasi.
Korban mulai dibawa turun dari lokasi ditemukan menuju posko evakuasi. Dantim SAR Basarnas Surabaya Karim mengatakan, kondisi Cakra mengalami dislokasi, sementara dua orang temannya relatif baik.
“Korban sudah ditemukan tapi belum dievakuasi menuju rumah sakit karena kendala peralatan. Jaraknya pun juga lumayan jauh, medannya terjal, dan kami kekurangan personel di lapangan,” katanya.
Diketahui, pendakian ke kawasan Gunung Semeru masih tutup diakibatkan aktivitas vulkanologi.
Sejauh ini pendakian dibatasi hingga Ranu Kumbolo. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melanggar ketentuan. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi