Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Tetap Sama, Tapi Berat Tempe Diam-Diam Dikurangi

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:44 WIB
Harga kedelai impor saat ini naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram, imbas gejolak di Timur Tengah. (ANTARA)
Harga kedelai impor saat ini naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram, imbas gejolak di Timur Tengah. (ANTARA)

Radar Pasuruan - Kenaikan biaya produksi membuat para perajin tempe harus mencari cara agar usaha tetap bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran tempe demi menjaga keuntungan di tengah naiknya harga kedelai dan plastik akibat ketidakpastian global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Salah satu perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Hadi Prayitno mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai dan bahan pendukung seperti plastik kemasan membuat biaya produksi semakin tinggi.

"Kalau harga dinaikkan pembeli bisa berkurang, jadi kami kurangi ukuran tempe," ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (7/6).

Ia menjelaskan, sebelum harga kedelai mengalami kenaikan, kapasitas produksi tempe miliknya mencapai sekitar tiga kuintal per hari. Namun saat ini, jumlah produksi turun menjadi sekitar dua hingga dua setengah kuintal per hari.

Penyesuaian dilakukan dengan mengurangi berat tempe dalam setiap bungkus. Jika sebelumnya satu bungkus memiliki berat sekitar 380 gram, kini beratnya dikurangi menjadi sekitar 350 gram, sementara harga jual tetap dipertahankan.

"Untuk harga masih sama, hanya beratnya yang sedikit dikurangi," katanya.

Hadi juga menyebut dirinya masih mengandalkan kedelai impor karena pasokan kedelai lokal terbatas dan hasil produksinya dinilai lebih menguntungkan.

Sementara itu, pedagang kedelai di Pasar Legi Ponorogo, Rafli, mengatakan harga kedelai impor saat ini naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

"Kenaikan terjadi sejak konflik di Timur Tengah, harapannya harga bisa kembali stabil," ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga juga terjadi pada kedelai lokal yang kini berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp9 ribu.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kenaikan pangan #harga kedelai #konflik timur tengah #tempe