Radar Pasuruan - Keluhan terkait proses seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih ramai menjadi perbincangan di media sosial. Seorang peserta mengaku kecewa karena sistem tes berbasis komputer yang digunakan disebut mengalami gangguan.
Dalam video yang viral, pria berbaju putih tersebut memperlihatkan beberapa tahapan seleksi yang telah diikutinya. Namun, ia mengaku mengalami masalah saat mengerjakan tes kompetensi.
"Aku baru selesai tes kompetensi koperasi desa. Jangan berharap banyak. Tapi gatau kenapa? Websitenya aneh banget," keluhnya.
Ia menyebut persoalan utama terjadi pada sistem penyimpanan jawaban. Menurut pengakuannya, pilihan jawaban yang sudah dipilih tiba-tiba berubah sendiri menjadi opsi lain yang tidak dipilih peserta.
"Kita udah jawab, jawaban terasa benar, terus jawaban benar udah disimpen, tiba-tiba kursor keganti sama jawaban yang kita tidak pilih," keluhnya.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait transparansi serta akurasi sistem penilaian dalam seleksi berbasis digital tersebut. Hingga kini, peserta masih menunggu penjelasan resmi dari pihak penyelenggara mengenai dugaan gangguan sistem.
"Jangan berharap banyak. Lakuin aja, pilih aja asal klik yang penting keisi. Karena kalaupun jawaban benar, sama sistemnya disalahin," ungkap dia.
"I don't know why? tapi i lost my trust. Aku udah ga percaya sama proses seleksinya. Jadi GWS deh Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 saat ini memang memasuki tahap penting berupa Tes Potensi Kognitif berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Metode CAT digunakan untuk memastikan proses seleksi berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel. Sistem ini sebelumnya telah diterapkan dalam seleksi CPNS sejak 2014.
Dalam seleksi tersebut, peserta diwajibkan mencapai passing grade 110 pada Tes Potensi Kognitif agar dapat masuk ke tahap pemeringkatan berikutnya.
Tes berlangsung sekitar 50 menit dengan dua materi utama, yakni Tes Potensi Kognitif yang mencakup kemampuan bahasa, hitungan, pengetahuan umum, pola gambar, abstraksi ruang, dan bentuk, serta Tes Manajemen Koperasi yang terdiri dari 20 soal teknis.
Penerapan sistem digital ini disebut memiliki sejumlah keuntungan, seperti mempercepat proses penilaian, menghemat anggaran, serta mengurangi potensi praktik kecurangan dalam proses seleksi.
Editor : Moch Vikry Romadhoni