MOJOKERTO, Radar Bromo-Adanya dua insiden tragedi bunuh diri yang dalam kurun waktu kurang dari sebulan di Jembatan Cangar perbatasan Pacet, Mojokerto dengan Kota Batu jadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.
Kawasan yang dikenal sebagai jalur wisata sekaligus area rawan kecelakaan itu kini menjadi fokus pengawasan baru.
Pemkot Batu berencana menambah pos pantau terpadu dan memperkuat patroli rutin agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa pengawasan sudah dilakukan oleh Satpol PP bersama Dinas Perhubungan melalui patroli berkala.
Namun, keterbatasan waktu dan jumlah personel membuat penjagaan tidak bisa berlangsung penuh sepanjang hari.
“Satpol PP bersama Dinas Perhubungan sudah melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. Namun memang petugas tidak bisa berada di lokasi selama 24 jam penuh,” ujar Heli, Rabu (29/4).
Ia juga menyoroti kebiasaan pengendara yang berhenti di atas jembatan untuk berswafoto atau menikmati pemandangan, bahkan membawa anak-anak.
Menurutnya, perilaku tersebut sangat berisiko karena jembatan memiliki kontur curam dan angin kencang.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Batu tengah mengkaji penempatan petugas siaga di lokasi pada waktu tertentu. Seperti akhir pekan atau jam padat wisata.
Rencana ini akan diwujudkan melalui pos pantau terpadu yang berfungsi sebagai pusat pengawasan sekaligus edukasi keselamatan.
Diketahui, dua kasus bunuh diri pemuda terjadi pada 31 Maret dan 23 April 2026 di kawasan jembatan Cangar-Pacet.
Kedua peristiwa yang terjadi bahkan sebelum korban melakukan bunuh diri, sempat terekam kamera video pengendara yang lewat dan videonya viral di media sosial. (RadarSurabaya)
Editor : Muhammad Fahmi