Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Duka Mendalam! 7 Keluarga Laporkan Korban KRL Bekasi, Proses Identifikasi Berjalan

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 28 April 2026 | 18:26 WIB

 

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Radar Pasuruan - Sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban atau Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala RS Polri, Prima Heru Yulihartono dalam konferensi pers, Selasa (28/4).

"Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem)," kata Prima Heru Yulihartono.

Data dari pihak keluarga menjadi sangat penting untuk mencocokkan identitas korban yang saat ini masih berada dalam kantong jenazah dan ditangani oleh tim forensik.

Pihak rumah sakit mengungkapkan telah menerima sebanyak 10 kantong jenazah sejak dini hari. Seluruh korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan masih dalam tahap identifikasi oleh tim DVI.

Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem yang diperoleh melalui pemeriksaan forensik.

"Seluruh jenazah masih dalam proses identifikasi. Kami terus melakukan rekonsiliasi data agar identitas korban dapat segera dipastikan," ucap Prima.

Pihak RS Polri juga masih membuka layanan bagi keluarga korban lainnya yang belum melapor. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diimbau untuk segera datang ke posko ante mortem di RS Polri Kramat Jati.

Dokumen yang disarankan untuk dibawa antara lain identitas diri korban, foto kondisi gigi, serta dokumen yang memiliki rekam sidik jari seperti ijazah.

"Data-data tersebut sangat membantu tim dalam mempercepat proses identifikasi," ujar Prima.

RS Polri menargetkan hasil sementara identifikasi dapat segera diumumkan seiring bertambahnya data dari keluarga korban.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa data terbaru hingga pukul 08.45 WIB mencatat 14 korban meninggal dunia.

Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara 84 korban lainnya yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kecelakaan krl #identifikasi korban #bekasi timur