MOJOKERTO, Radar Bromo-Adanya dua kalu kasus dugaan bunuh diri di Jembatan Cangar-Pacet, Mojokerto beberapa hari terakhir, jadi atensi.
Jembatan itu beberapa hari terakhir banyak dikunjungi warga yang penasaran dengan insiden dua tragedy memilukan dalam waktu berdekatan itu.
Banyaknya pengendara yang berhenti di jalur penghubung wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu ini membuat petugas Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo mengintensifkan patroli.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan, patroli digalakkan secara rutin sebagai langkah untuk peningkatan pengawasan.
Utamanya di area jembatan kembar Cangar-Pacet guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan agar tak kembali terjadi. ’’Kalau pengawasan jalur sebenarnya sudah kami laksanakan,’’ terangnya.
Mengingat, akses jembatan yang berada di wilayah perbatasan dua daerah ini masuk dalam kawasan Tahura Raden Soerjo.
Dia menyatakan, pihaknya hanya sebatas melakukan penghalauan jika ada warga atau pengendara yang berhenti di sepanjang bentangan jembatan Cangar-Pacet.
Sebab, pengamanan khusus untuk ruas Jalan dan jembatan menjadi kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Dalam waktu dekat, kedua sisi jembatan bakal dipasang pagar untuk meningkatkan pengamanan.
’’Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang,’’ imbuhnya.
Di samping itu, sejumlah papan peringatan juga telah terpasang di sekitar jembatan Cangar-Pacet.
Namun, larangan agar pengendara tak berhenti maupun beraktivitas di atas jembatan rupanya tak banyak diindahkan masyarakat.
Terlebih pasca terjadinya dua peristiwa tragis pada 31 Maret dan 23 April lalu justru jadi jujukan masyarakat untuk sekadar berhenti maupun berfoto di jembatan tersebut. (ram/fen)
Editor : Muhammad Fahmi