KASUS debt collector (DC) pinjaman online di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, makin bikin geleng kepala. Bukan lagi sekadar telepon ancaman—kali ini pelaku diduga menggunakan ambulans, pemadam kebakaran, hingga jasa sedot WC sebagai alat teror!
Aksi ini bukan hanya licik, tapi juga membahayakan layanan publik. Modusnya sederhana tapi kejam: membuat laporan darurat palsu agar petugas datang ke rumah debitur. Kreatif? Mungkin. Tapi jelas sangat meresahkan.
Polisi Kejar Jejak Pelaku
Polda DIY tak tinggal diam. Polisi kini memburu pelaku dengan menelusuri nomor telepon yang digunakan. Sejumlah saksi, termasuk sopir ambulans dan petugas damkar, telah dimintai keterangan.
Nomor misterius itu bahkan terdeteksi berasal dari wilayah Sumatera Utara. Meski begitu, hingga kini belum ada pelaku yang berhasil diamankan.
Awal Mula: Laporan Palsu yang Bikin Geger
Semua bermula dari laporan darurat pada Rabu (22/4). Ambulans dipanggil untuk menjemput pasien sakit di sebuah indekos di Caturtunggal. Namun setibanya di lokasi, pasien yang dimaksud ternyata sudah lama pindah—bahkan sejak tiga tahun lalu!
Tak berhenti di situ, damkar juga mendapat laporan evakuasi ular di alamat yang sama. Hasilnya? Nihil. Laporan tersebut ternyata fiktif.
Pelaku Mengaku Debt Collector
Kecurigaan memuncak saat petugas menghubungi kembali nomor pelapor. Dengan santainya, penelepon mengaku sebagai debt collector pinjol.
Lebih mengejutkan lagi, pelaku tetap meminta bantuan ambulans dan damkar untuk “menagih utang” kepada penghuni rumah. Layanan darurat pun diduga dijadikan alat tekanan!
Sedot WC Ikut Jadi Korban
Belum cukup sampai di situ. Pada hari yang sama, jasa sedot WC juga datang ke alamat tersebut. Penghuni rumah berinisial Y mengaku tidak pernah memesan layanan apa pun.
Ironisnya, petugas sedot WC mengaku kejadian seperti ini bukan yang pertama—melainkan sudah yang ketiga kali!
Kasus Serupa Muncul di Semarang
Ternyata, pola serupa juga terjadi di Semarang. Damkar sempat menerima laporan palsu kebakaran warung nasi goreng yang diduga berkaitan dengan penagihan utang. Kasus itu kini sudah resmi dilaporkan ke polisi.
DPR: Ini Harus Dipidana!
Anggota Komisi III DPR RI geram dengan kejadian ini. Ia menilai aksi tersebut sangat berbahaya karena mengganggu layanan darurat yang seharusnya menyelamatkan nyawa.
Penyalahgunaan ambulans dan damkar dinilai sebagai tindakan yang mempermainkan keselamatan masyarakat.
Warga Diminta Waspada
Polda DIY mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online. Pastikan hanya meminjam dari perusahaan resmi yang terdaftar di OJK.
Jika mengalami kejadian serupa, segera laporkan ke pihak berwajib.
Ketika ambulans, damkar, hingga sedot WC dijadikan alat teror utang, ini bukan lagi sekadar penagihan—ini sudah di luar batas akal sehat. (eza)
Editor : Fahreza Nuraga