Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penkopassus Bantah Kabar Petinggi TNI Gampar Gampar Seskab Teddy, Sebut Narasi Hoaks untuk Ciptakan Kegaduhan

Muhammad Fahmi • Selasa, 21 April 2026 | 19:33 WIB
Potongan video pendek yang menyebut kabar beredar bahwa petinggi TNI menggampar Seskab Teddy adalah hoaks. (SS IG penerangan kopassus)
Potongan video pendek yang menyebut kabar beredar bahwa petinggi TNI menggampar Seskab Teddy adalah hoaks. (SS IG penerangan kopassus)

 

JAKARTA, Radar Bromo-Beredarnya kabar Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menampar pihak protokoler Presiden mendapat bantahan dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Bantahan itu dirilis oleh Penerangan Kopassus melalui akun Instagram @penkopassus pada Selasa (21/4).

Dalam rilisan yang dibuat berbentuk video pendek itu, dijelaskan bahwa kabar yang ramai beredar di medsos belakangan ini adalah hoaks.

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana,” begitu keterangan dalam video pendek akun Instagram @penkopassus.

“Narasi ini mengklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler," imbuh dari video yang sama.

Dalam unggahan itu, Penerangan Kopassus juga menyertakan konten yang viral dan memberi label hoaks serta fake news.

Penerangan Kopassus menilai informasi tersebut sengaja disebarkan pihak tertentu untuk memecah belah bangsa.

Penerangan Kopassus juga menyatakan tidak ada bukti valid yang mendukung isu tersebut.

"Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara," ujar sumber yang sama.

Diketahui, belakangan ini beredar kabar di media sosial narasi yang menyebut Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menggampar Seskab Teddy Indra Wijaya.

Kabar ini pertama kali mencuat dari unggahan seorang pengguna Threads dengan akun @retailman69.

Dalam unggahannya, disebutkan bahwa kejadian bermula dari agenda pertemuan antara Djon Afriandi dan Presiden Prabowo yang dijadwalkan berlangsung selama 30 menit.

Namun, situasi disebut tidak berjalan sesuai rencana. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa saat tiba di Istana, Djon Afriandi diminta menunggu di ruang tamu oleh pihak protokoler selama sekitar 20 menit, sehingga waktu pertemuan menjadi sangat terbatas.

Ketika Presiden Prabowo keluar dari ruang kerja dan melihat Djon Afriandi masih berada di ruang tunggu, situasi dikabarkan menjadi tegang.

Presiden disebut menegur keras karena dianggap tidak segera masuk sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Teguran tersebut, menurut narasi yang beredar, bahkan berlanjut hingga ke dalam ruang kerja Presiden.

Setelah pertemuan selesai, Djon Afriandi disebut keluar dalam kondisi emosi dan mencari seorang ajudan Presiden yang dianggap bertanggung jawab atas pengaturan waktu.

Akun tersebut juga mengklaim bahwa ajudan tersebut langsung ditampar tanpa banyak percakapan. Sosok ajudan yang disebut dengan julukan “bunted” itu diklaim berasal dari Kopassus dan merupakan junior dari Djon Afriandi yang diduga adalah Teddy Indra Wijaya.

Editor : Muhammad Fahmi
#gampar #letjen tni djon afriandi #kopassus #panglima sudirman #Seskab Teddy