Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

AS Ultimatum Iran, Siap Serang Jika Negosiasi Gagal

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 17 April 2026 | 18:46 WIB
A police officer walks past a billboard regarding the United States and Iran negotiations, outside a media facilitation center in Islamabad, Pakistan, Saturday, April 11, 2026. (AP Photo/Anjum Naveed)
A police officer walks past a billboard regarding the United States and Iran negotiations, outside a media facilitation center in Islamabad, Pakistan, Saturday, April 11, 2026. (AP Photo/Anjum Naveed)

 

Radar Pasuruan - Amerika Serikat kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung. Washington menegaskan siap melanjutkan operasi militer jika Teheran memilih keluar dari meja perundingan.

Mengutip News18, Kamis (16/4), Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyampaikan ultimatum tersebut sembari menegaskan bahwa militer AS tetap dalam kondisi siaga penuh meski saat ini tengah berlangsung gencatan senjata.

“Kami mengawasi Anda,” ujar Hegseth, seraya menyebut intelijen AS terus memantau pergerakan aset militer Iran.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa ketegangan antara kedua negara belum mereda dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

Di sisi lain, jalur diplomasi masih dibuka. Delegasi tingkat tinggi Pakistan yang dipimpin Asim Munir telah melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran guna membuka peluang dimulainya kembali negosiasi antara Teheran dan Washington.

Pemerintah AS menyambut langkah tersebut. Bahkan, Gedung Putih mengisyaratkan bahwa putaran negosiasi berikutnya berpotensi digelar di Islamabad, menegaskan peran Pakistan sebagai mediator.

Dalam pernyataan lanjutan, Hegseth menegaskan bahwa diplomasi memiliki batas waktu. Ia memperingatkan bahwa pasukan AS siap kembali berperang jika pembicaraan tidak membuahkan hasil.

“AS kini mempersenjatai diri dengan kekuatan lebih besar dari sebelumnya. Industri energi belum hancur sepenuhnya. Blokade AS menghentikan ekspor. Saya harap Anda memilih kesepakatan yang ada di depan mata,” kata Hegseth.

Ia juga menegaskan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran akan terus diberlakukan selama diperlukan. Bahkan, AS mengklaim telah menguasai lalu lintas di Selat Hormuz serta menyebut kekuatan laut Iran telah melemah setelah serangan besar oleh AS dan Israel.

Iran Balas Ancaman, Risiko Global Meningkat

Iran merespons dengan peringatan bahwa mereka dapat memperluas konflik dengan mengganggu jalur perdagangan internasional di luar Selat Hormuz.

Teheran mengancam akan memblokir jalur perdagangan di Laut Merah, Teluk, hingga Laut Oman jika tekanan dari AS terus berlanjut. Langkah ini dinilai berpotensi mengguncang pasar energi dan rantai pasok global.

Situasi ini membuat dunia berada dalam kondisi waspada, di mana keberhasilan atau kegagalan diplomasi akan sangat menentukan stabilitas kawasan dan ekonomi global dalam waktu dekat.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#konflik global #krisis energi #selat hormuz #amerika serikat #iran