Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mirip Kasus Novel 2017! Aktivis KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Moch Vikry Romadhoni • 2026-03-14 16:11:26

 

Menyoroti pernyataan eks penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (kanan).
Menyoroti pernyataan eks penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (kanan).

Radar Pasuruan - Sebagian publik di Indonesia tengah menyoroti kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Terkini, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menelusuri identitas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut.

Peristiwa ini juga mengingatkan publik pada kasus serupa yang pernah dialami mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan pada 11 April 2017.

Serangan terhadap Novel terjadi di sekitar kediamannya di kawasan Kelapa Gading setelah ia menunaikan salat subuh.

Akibat kejadian tersebut, Novel mengalami luka bakar serius serta kerusakan fungsi mata kiri hingga mencapai 95 persen.

Terkait kasus terbaru yang menimpa Andrie Yunus, Novel Baswedan turut memberikan perhatian khusus dan menyampaikan pandangannya.

Dalam pernyataan terpisah, Novel menilai tindakan pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sangat kejam. Ia juga mendesak agar pihak berwenang segera mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Novel bahkan menduga bahwa pelaku memiliki niat untuk menghabisi nyawa korban, karena serangan dilakukan dengan menyiram air keras ke bagian wajah.

"Dia (Andrie Yunus) diserang yang serangan pelakunya itu bermaksud membunuh, kenapa? Pelakunya menyiram air keras di area muka," kata Novel dalam konferensi pers bersama KontraS di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Novel menilai tindakan teror tersebut merupakan bentuk kejahatan yang sangat kejam.

"Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen, begitu jahatnya pelaku itu," ujarnya.

"Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. Yang diserang adalah orang baik, dia kritis dia peduli dia mencintai negaranya," tambah Novel.

Novel juga mengungkap bahwa dirinya sempat melihat rekaman CCTV yang merekam kejadian tersebut. Berdasarkan pengamatannya, ia menilai serangan terhadap Andrie Yunus dilakukan secara terorganisir.

Menurutnya, pelaku tidak hanya datang menggunakan satu kendaraan seperti pola kejahatan biasa, melainkan ada sejumlah indikasi yang menunjukkan adanya perencanaan matang dalam aksi tersebut.

"Pelakunya nggak satu motor berdua gitu, nggak. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang begitu terorganisir," kata Novel.

"Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang. Jadi begitu jahatnya mereka ini, biadab sekali," sambungnya.

Di sisi lain, Novel mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang telah melakukan pemeriksaan CCTV serta memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses pengusutan harus dilakukan secara menyeluruh hingga mengungkap pihak yang menjadi dalang di balik serangan tersebut.

"Semua orang yang terlibat harus diusut, aktor intelektualnya harus disentuh, dijangkau dan diberi pertanggungjawaban yang berat," tandas Novel.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Andrie Yunus #kontras #penyiraman air keras #kasus kekerasan #novel baswedan