Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ketulusan Guru Nur Ali Sumbang Tanah 7.500 M² Bikin Haru Warganet

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 21 Januari 2026 | 17:09 WIB

 

Mengintip kisah inspiratif seorang guru di Tapsel, Nur Ali yang menghibahkan tanah pribadinya untuk bangun sekolah usai banjir bandang.
Mengintip kisah inspiratif seorang guru di Tapsel, Nur Ali yang menghibahkan tanah pribadinya untuk bangun sekolah usai banjir bandang.

Radar Bromo - Linimasa media sosial tengah diramaikan kisah guru bernama Nur Ali yang menghibahkan tanah seluas 7.500 meter persegi untuk pembangunan sekolah di Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Kisah tersebut mencuat di tengah kondisi Tapsel yang sebelumnya terdampak bencana banjir bandang pada akhir November 2025. Ketulusan Nur Ali untuk menghadirkan fasilitas pendidikan demi masa depan anak-anak setempat pun langsung menyita perhatian publik.

Aksi mulia itu pertama kali ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Instagram @folkative pada Rabu, 21 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut tertulis, "Nur Ali, Guru yang hibahkan 7500 m2 tanahnya untuk bangun sekolah."

Hingga saat ini, unggahan tersebut telah memperoleh lebih dari 120 ribu tanda suka. Kolom komentar pun dipenuhi doa dan apresiasi dari warganet yang tersentuh dengan ketulusan sang guru.

"Semoga dibalas pahala yang berlimpah, dan doa dari semua orang yang terbantu nantinya," ungkap warganet dengan akun @ariefmohamad99.

"Sehat-sehat selalu, Bu. Berkah senantiasa mengiringi perjalanan hidupmu," tutur warganet lainnya melalui akun @shandra.sp.

Pengalaman hidup Nur Ali yang pernah bekerja di berbagai tempat, termasuk di Arab Saudi, menjadi salah satu titik balik kesadarannya akan pentingnya pendidikan, terutama pendidikan agama.

“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah," ungkap Nur Ali sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Agama, Rabu, 21 Januari 2026.

"Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” tuturnya.

Berdasarkan penelusuran, niat tersebut kini telah terwujud. Dengan penuh perjuangan, Nur Ali bersama suaminya berhasil membeli lahan yang kemudian dihibahkan kepada negara melalui Kementerian Agama.

Ia menegaskan bahwa tanah tersebut sejak awal diperuntukkan bagi madrasah dan tidak ditujukan untuk kepentingan keluarga.

“Saya ingin madrasah ini betul-betul menjadi milik umat dan negara. Kalau dikelola Kementerian Agama, insya Allah bisa bertahan dan terus melayani pendidikan anak-anak,” ujar Nur Ali.

Melalui madrasah yang dibangunnya, guru asal Tapsel itu berharap lahir generasi muda yang berilmu, berhati baik, serta mampu memberi kontribusi positif bagi bangsa.

"Dengan pendidikan, anak-anak bangsa akan menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” tandas Nur Ali.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#nur ali #guru #sekolah #Hibah