Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kapal Wisata Karam di Komodo, Tim SAR Temukan Satu Korban

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 29 Desember 2025 | 23:14 WIB

 

Proses pencarian 4 wisatawan WNA Spanyol di Labuan Bajo.
Proses pencarian 4 wisatawan WNA Spanyol di Labuan Bajo.

Radar Bromo - Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap WNA asal Spanyol yang menjadi korban karamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Insiden kapal tenggelam tersebut terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025. Saat kejadian, empat WNA dilaporkan jatuh ke laut, yakni Martin Carreras Fernando pelatih Tim B Wanita Valencia CF bersama tiga anaknya.

Memasuki hari keempat pencarian, tim SAR menemukan satu jenazah perempuan pada Senin pagi, 29 Desember 2025.

“Tim menerima informasi pada pukul 06.05 WITA bahwa satu korban jenazah ditemukan, kurang lebih 1 nautical miles dari lokasi diduga kapal mengalami karam atau tenggelam,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, dalam keterangannya, Senin (29/12).

Jenazah tersebut kemudian dievakuasi menuju rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Korban dievakuasi ke Pelabuhan Labuan Bajo dan dibawa menuju RSUD Labuan Bajo,” imbuhnya.

Pada hari sebelumnya, Minggu, 28 Desember 2025, tim SAR juga menemukan pelampung milik KM Putri Sakinah yang diduga berkaitan dengan lokasi karamnya kapal.

Berdasarkan kronologi, KM Putri Sakinah mengangkut total 11 orang, termasuk Martin Carreras Fernando beserta istri dan empat anaknya.

Selain keluarga tersebut, kapal juga membawa empat anak buah kapal (ABK) dan seorang pemandu wisata.

Kapal wisata itu tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, setelah dihantam ombak setinggi sekitar 1,5 meter dengan kondisi mesin mati.

Dari peristiwa tersebut, tujuh orang berhasil selamat, yakni istri dan seorang anak korban, empat ABK, serta pemandu wisata.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi pencarian akan berlangsung selama tujuh hari dengan evaluasi berkala menyesuaikan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.

Sementara itu, otoritas kesyahbandaran di bawah Kementerian Perhubungan menetapkan penghentian sementara pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo.

Kebijakan tersebut berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 atau sampai ada pemberitahuan lanjutan.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#labuhan bajo #tim sar #wna #kapal karam