Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Bawa Kayu Raksasa, Menhut-Bea Polri Bongkar Asal-Usulnya

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 5 Desember 2025 | 22:10 WIB

 

Kemenhut, Polri hingga Kejagung mulai selidiki soal kayu gelondongan di banjir Sumatera.
Kemenhut, Polri hingga Kejagung mulai selidiki soal kayu gelondongan di banjir Sumatera.

Radar Bromo - Banjir yang menerjang Sumatera tidak hanya menyeret material rumah warga, tetapi juga gelondongan kayu dalam jumlah besar yang menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Arus deras yang membawa kayu-kayu berukuran besar dan sempat viral di media sosial itu melanda sejumlah wilayah, termasuk Tapanuli Selatan.

BNPB menyebut Tapanuli Selatan sebagai salah satu wilayah yang paling terdampak karena hantaman kayu gelondongan tersebut.

Menanggapi fenomena ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan koordinasi untuk menyelidiki asal-usul kayu yang ditemukan dalam bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Raja Juli menjelaskan bahwa pihaknya sudah memiliki data awal dari pemindaian drone serta mulai mengidentifikasi jenis kayu yang ditemukan.

“Keingintahuan publik tentang asal-usul material kayu itu sudah kami respons,” ujar Raja Juli di Mabes Polri pada Kamis, 4 Desember 2025.

Ia menyebut sampel kayu telah diambil dan hasil uji menunjukkan kecocokan dengan kayu di bagian hulu.

Raja Juli juga mengungkap bahwa sebagian kayu tersebut ditemukan dengan bekas potongan gergaji. Temuan serupa disampaikan Kapolri, yang menyebut ada kayu yang terlihat terpotong rapi menggunakan alat.

“Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari senso,” kata Listyo Sigit.

“Tim sedang turun nanti bersama-sama dengan tim dari kehutanan untuk menyusuri dari daerah aliran sungai yang terdampak sampai dengan kita tarik ke hulu dan hilirnya,” lanjutnya.

Raja Juli meminta masyarakat memberi ruang bagi tim untuk menyelesaikan penyelidikan tanpa tekanan waktu.

“Beri kesempatan bagi kami memproses semuanya agar tidak terburu-buru,” ucap Raja Juli.

Ia menambahkan bahwa Polri telah turun ke dua DAS di Batang Toru. Selain Polri, koordinasi juga dilakukan dengan Satgas PKH Kejaksaan Agung.

Dalam penjelasan berbeda, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa dua desa di Tapanuli Selatan mengalami kerusakan parah akibat kayu gelondongan yang terbawa arus.

“Rusak berat banyak di Tapanuli Selatan, ada dua desa yang mungkin pernah muncul di video itu kayu-kayu gelondongan besar segala macam, ternyata itu di Tapanuli Selatan,” ucapnya pada 30 November 2025.

Kayu besar yang menghantam pemukiman menyebabkan rumah-rumah warga masuk kategori rusak berat. Untuk membantu penanganan, BNPB akan mengirim senso guna memotong kayu besar tersebut.

“Tadi Pak Bupati Tapanuli Selatan minta senso, kita janjikan 100 karena kayunya besar-besar sekali, kita akan kirim 100 dan alat berat,” lanjutnya.

“Untuk membantu pembersihan rumah masyarakat dan lingkungan, itu menggunakan alat berat, kita capit, tapi yang besar-besar kita senso dulu,” imbuhnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#polri #sumatera #banjir #kemenhut #kayu gelondongan