Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

pirit 212 Diklaim Masih Relevan 9 Tahun Berlalu, Begini Pesan Panitia

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 24 November 2025 | 23:26 WIB

 

Massa aksi saat mengikuti reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Senin (2/12/2024).
Massa aksi saat mengikuti reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Senin (2/12/2024).

Radar Bromo - Aksi 212 dinilai telah mencapai tujuannya pada 2019, namun muncul pertanyaan mengapa Reuni Akbar 212 kembali digelar pada 2 Desember 2025 di Monas.

Ketua Steering Committee (SC) Reuni 212, KH Ahmad Sobri Lubis, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya merawat semangat persatuan dan perjuangan kebangsaan. Ia menyebut nilai-nilai 212 yang lahir sembilan tahun lalu masih tetap relevan hingga saat ini.

"Bahwasannya spirit 212, 9 tahun yang lalu itu adalah spirit persatuan, spirit ukhuwah baik itu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah maupun juga uhuwah insaniyah, artinya ada persaudaraan islam, persaudaraan kebangsaan maupun juga persaudaraan kemanusiaan," ujarnya, Minggu (24/11).

Panitia menyampaikan bahwa keberhasilan gerakan 212 pada 2019 bukanlah akhir dari perjuangan. Justru hal itulah yang menjadi alasan Reuni 212 terus dilaksanakan setiap tahunnya, termasuk pada 2025.

Ahmad Shobri Lubis menekankan bahwa Reuni 212 tidak berkaitan dengan agenda politik, tetapi merupakan komitmen untuk terus memperbaiki akhlak dan menjaga bangsa.

"Tema yang akan kita angkat pada Reuni Akbar 212 tahun ini adalah: revolusi akhlak untuk selamatkan NKRI dari para penjahat dan memerdekakan Palestina dari penjajah," terangnya.

Ia menambahkan bahwa panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat hingga pejabat negara termasuk Presiden Prabowo Subianto untuk bersama-sama berdoa bagi Indonesia.

Ketua Panitia Reuni 212 Habib Muhammad Alattas menjelaskan bahwa acara dipusatkan di Silang Monas, dengan akses masuk melalui Pintu Tenggara (Gambir), arah Patung Kuda, serta Pintu Timur Monas. Pintu Tenggara juga menjadi batas area jamaah pria dan wanita karena sejalur dengan arah kiblat.

Ia mengingatkan peserta agar membawa perlengkapan salat, bendera merah putih, bendera Palestina, bendera tauhid putih, serta menjaga kebersihan dan ketertiban.

"Tamu diimbau datang sudah dalam keadaan berwudu. Namun panitia juga menyiapkan fasilitas wudhu dan sarana penunjang lainnya," jelas Habib Muhammad.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#reuni akbar #212 #AKHLAK #prabowo #indonesia