Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rafflesia Hasseltii, Si Misterius dari Sumatera yang Sulit Banget Ditemukan

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 22 November 2025 | 00:45 WIB

 

Bunga Rafflesia Hasseltii yang ditemukan di Hutan Sumatera Barat
Bunga Rafflesia Hasseltii yang ditemukan di Hutan Sumatera Barat

Radar Bromo - Di tengah hutan hujan Sumatera, terdapat satu jenis bunga yang selalu memikat perhatian peneliti dan pecinta alam, yaitu Rafflesia hasseltii.

Spesies ini tidak hanya langka, tetapi juga sulit ditemukan karena pola hidupnya yang misterius dan masa mekarnya yang sangat singkat.

Dalam tradisi masyarakat setempat, bunga ini disebut 'Cendawan Muka Rimau', sebutan yang muncul dari tampilannya yang dianggap menyerupai motif wajah harimau.

Nama tersebut melekat karena kelopaknya memiliki bercak putih besar yang tidak beraturan, berpadu dengan warna merah tua yang mencolok, membuatnya langsung menarik perhatian siapa pun yang beruntung menemukannya.

Berdasarkan sejumlah jurnal, Rafflesia hasseltii memiliki karakter yang membedakannya dari kerabat dekatnya seperti Rafflesia arnoldii. Ukurannya cenderung lebih kecil, umumnya 40 hingga 60 sentimeter, tetapi tampilannya jauh lebih dramatis berkat kontras warna dan pola pada kelopaknya.

Berbeda dari tanaman lain, bunga ini tidak memiliki batang, daun, ataupun akar. Ia sepenuhnya bergantung pada inangnya dan hidup sebagai parasit murni pada sulur Tetrastigma yang merambat di lantai hutan.

Seluruh kebutuhan nutrisi diambil dari tanaman inang tersebut, membuat Rafflesia hasseltii tampak seperti organisme misterius yang hanya muncul ketika waktunya mekar.

Habitat bunga ini juga terletak di wilayah hutan terpencil yang lembap, teduh, serta dekat lereng atau aliran sungai kecil, bahkan kadang berada di jalur satwa liar.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi para peneliti yang kerap menghabiskan bertahun-tahun hanya untuk menemukan jejaknya. Dalam beberapa kasus, pencarian satu kuncup saja bisa memakan waktu lebih dari satu dekade.

Namun setelah ditemukan, tantangan lain muncul: menunggu bunganya mekar, yang sayangnya tidak selalu berhasil.

Kuncup Rafflesia hasseltii membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk berkembang, tetapi tingkat keberhasilannya sangat rendah. Banyak kuncup yang mati sebelum mencapai fase mekar sempurna, membuat spesies ini semakin sulit dipelajari.

Jika akhirnya mekar, masa tersebut hanya berlangsung tiga hingga tujuh hari sebelum kelopaknya mulai menghitam dan membusuk. Singkatnya masa mekar menjadikannya seperti harta karun biologis yang hanya bisa disaksikan orang-orang yang sangat beruntung atau sangat sabar.

Keunikan Rafflesia hasseltii tidak hanya pada rupanya, tetapi juga pada ciri-ciri yang membedakannya dari spesies lain. Jika Rafflesia arnoldii dikenal sebagai bunga terbesar di dunia dengan diameter mencapai lebih dari 90 sentimeter, Rafflesia hasseltii justru menonjol karena polanya yang mencolok serta bentuk kelopaknya yang lebih tegas.

Sementara Rafflesia gadutensis memiliki bintik lebih rapat dan ukuran lebih kecil, Rafflesia hasseltii tampil dengan bercak besar seperti motif wajah harimau, membuatnya punya identitas visual yang kuat dalam genus Rafflesia.

Kelangkaannya membuat setiap penemuan baru menjadi peristiwa penting dalam dunia botani. Rafflesia hasseltii bukan sekadar bunga, melainkan simbol rapuhnya kekayaan alam Sumatera dan pengingat bahwa masih banyak makhluk unik yang bertahan di tengah ancaman deforestasi.

Meski demikian, selama habitatnya tetap terjaga, selalu ada harapan bahwa bunga misterius ini akan terus mekar, walau hanya beberapa hari, sebagai bukti betapa luar biasanya keanekaragaman hayati Indonesia.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Sumatra #mekar #Rafflesia hasseltii