Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Klarifikasi Rizki dari Kamboja Picu Curiga Netizen: Gestur Kaku, Tangan Tak Terlihat

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 19 November 2025 | 23:47 WIB

 

Rizki Nur Fadhilah pemain bola yang jadi korban TPPO di Kamboja.
Rizki Nur Fadhilah pemain bola yang jadi korban TPPO di Kamboja.

Radar Bromo - Rizki Nur Fadhilah, pesepakbola asal Bandung yang sempat viral karena dikabarkan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi.

Ia dengan tegas membantah bahwa dirinya mengalami kekerasan atau dipaksa bekerja. Namun, ia menyebut perusahaan tempatnya bekerja meminta uang tebusan sebesar Rp 42 juta jika ia ingin kembali ke Indonesia.

Melalui video klarifikasi yang diunggah di akun TikTok @rizki.nur.fadilla6, Rizki menyampaikan bahwa dirinya tidak mengalami peristiwa kekerasan seperti yang ramai diberitakan.

Ia memastikan bahwa kondisinya baik, meski mengaku ingin pulang karena tidak betah bekerja di Kamboja.

“Saya ingin meluruskan masalah yang terkait viral di Indonesia, saya sebenarnya nggak disiksa dan nggak diapain. Cuma saya pengin pulang aja karena nggak betah,” ujar Rizki dalam video tersebut, dikutip Rabu (18/11).

Rizki kemudian memaparkan alasan nominal tebusan mencapai Rp 42 juta. Menurutnya, jumlah tersebut diperlukan untuk menutupi berbagai biaya yang sebelumnya dikeluarkan perusahaan.

“Perusahaan saya meminta uang tebusan 42 juta untuk tiket pulang, ongkos taksi, makan, dan lain-lain. Sisanya untuk bayar keberangkatan saya dari Indonesia ke Kamboja, visa, paspor, dan biaya agency VIP line juga,” jelasnya.

Ia kembali menekankan bahwa perusahaan tidak pernah meminta uang pribadi darinya, melainkan hanya menagih biaya yang dianggap sebagai pengganti pengeluaran selama proses perekrutan dan keberangkatannya.

“Pihak perusahaan tidak meminta uang sedikitpun. Terima kasih,” katanya menutup klarifikasinya.

Namun, unggahan tersebut justru menimbulkan reaksi beragam dari warganet. Banyak yang merasa ragu terhadap penjelasan Rizki, terutama karena gesturnya dinilai kaku dan seperti sedang membaca teks tertentu.

Sejumlah mata netizen juga memperhatikan pandangan Rizki yang beberapa kali mengarah ke seseorang, serta tangannya yang tidak tampak karena berada di belakang selama perekaman.

Komentar yang mempertanyakan keaslian penyampaian tersebut pun bermunculan. Tidak sedikit yang menduga bahwa video itu dibuat dalam tekanan, meskipun hingga kini belum ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari keluarga maupun otoritas mengenai keberadaan dan kondisi Rizki di Kamboja, sehingga publik masih menunggu klarifikasi lebih lanjut.

Sebelumnya, pesepakbola muda asal Bandung, Rizki Nur Fadhilah, diberitakan menjadi korban TPPO di Kamboja.

Kini, pihak keluarga yang mengetahui situasi tersebut meminta bantuan untuk memulangkan Rizki ke Indonesia.

Akun Instagram @pengamatsepakbola kemudian membagikan kronologi bagaimana Rizki bisa berada di Kamboja. Kejadian bermula ketika ia mendapat tawaran mengikuti seleksi sepak bola di Medan.

"Seorang pesepakbola muda bernama Rizki Nur Fadhilah (18 tahun) diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Menurut ayahnya, Rizki mendapat tawaran bermain sepak bola di Medan melalui Facebook. Rizki lalu dijemput dari Jakarta ke Medan. Dari Medan ternyata dibawa lagi ke Malaysia dan Kamboja," tulis akun tersebut.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Rizki Nur Fadhilah #tppo #kamboja #bandung